Benarkah Tidak Memilih Itu Sebuah Pilihan?

golput
image from google
Benarkah Tidak Memilih Itu Sebuah Pilihan? | Setiap tiba musim pemilu, baik itu pemilihan legislative, presiden ataupun pemilukada pasti tidak terlepas dari adanya golongan yang mengatasnamakan Golongan Putih alias Golput. Fenomena golput ini adalah seringkai diidentifikasikan dengan "gerakan protes" rakyat terhadap penyelenggaraan pemilihan umum dan pilkada, namun yang penting untuk diketahui dari gerakan itu adalah makna dan sasaran yang ingin dicapainya serta implikasinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahwa hingga kini masih tetap ada golput yang merupakan masalah pada sistem pemilu kita, ada apa dengan dinamika demokrasi kita?" Tidak mencoblos salah satu pun dari tanda gambar organisasi peserta pemilu, salah satu pasangan calon kepala daerah atau calon legislatif tentu saja bukannya tanpa kesadaran dan pertimbangan yang argumentatif.

Ada pendirian bahwa tidak memilih itu adalah sebuah pilihan. Ini sah-sah saja karena ini merupakan hak setiap individu untuk menentukan pilihannya masing-masing. Namun tentunya sebagai orang yang mempunyai nalar dan fikiran tentunya apa yang kita perbuat harus berdasar hati nurani yang sehat bukan karena nafsu atau mengikuti tanpa argumentasi yang kuat. Berpikir jernih sebelum bertindak adalah sebuah keputusan yang bijaksana dan bersikap. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah ketika kita tidak menentukan pilihan pada pesta demokrasi ini sebuah keputusan yang bijak dan bisa menyelesaikan permasalahan Negara ini?

Banyak sebab kenapa seseorang tidak menentukan pilihan pada pemilu ini. salah satu hal yang paling mendasar dari golput (golongan putih) ini adalah sikap apatis masyarakat terhadap politisi, yang notabene selama ini tidak bisa memenuhi harapan rakyat. Bahkan mereka cenderung memperkaya diri sendiri dari jabatan yang mereka pikul. Sehingga masyarakat umumnya beranggapan bahwa partisipasi politik mereka sia-sia karena tidak pernah efektif dalam memilih wakilnya di parlemen. Pola pikir masyarakat melihat elite politik yang senantiasa selalu membodohi masyarakat. Apalagi saat ini kita sering menyaksikan pemberitaan di media yang didominasi oleh skandal para wakil rakyat yang menyebabkan semakin timbulnya sikap apatis ini.

Menurut salah seorang pencetus golput pada tahun 1971, Arif Budiman, bahwa orang-orang golput itu ada yang murni dan ada yang kecelakaan. Kalau yang murni tidak mau memilih berdasarkan kesadaran, sedangkan yang kecelakaan karena memang benar-benar tidak mengerti atau lagi ada halangan. Sekali lagi, banyak masyarakat yang berpikir dia memilih atau tidak, tidak ada perbedaan yang akan ia rasakan. Banyak pula yang enggan memberikan hak suaranya karena alasan tidak ada calon yang cocok sesuai kata hati mereka atau karena mereka apatis dengan pemilihan kepala daerah. Dan ada juga masyarakat yang sebenarnya memiliki kartu tanda penduduk namun tidak memiliki hak pilih karena tidak tercatat sebagai DPT.

Membahas masalah golput ini, maka kita tidak lepas untuk menyibak faktor-faktor yang melatarbelakangi seseorang memberikan suaranya dalam pemilu. apakah memilih merupakan hak atau kewajiban, atau hanya sebuah ritual budaya semata yang tanpa makna? Pemaknaan ini kembali kepada diri kita masing masing. Lalu benarkah tidak memilih itu sebuah pilihan?

Sebagai penutup pembahasan ini, saya mengutip ungkapan dari seorang filusuf Yunani, Plato, bahwa jika kita tidak menentukan pilihan sama saja kita menyerahkan kekuasaan negeri ini kepada orang yang lebih rendah kecerdasannya daripada kita.

Semoga bermanfaat dan happy blogging……





102 Responses to "Benarkah Tidak Memilih Itu Sebuah Pilihan?"

  1. Replies
    1. wkakakaka keduluan mas Pri pertaniannya

      Delete
    2. izin preimum , btw nih tampilannya berubah, templatenya kaya wordpress :D

      Delete
    3. wkwkwkwk pertamina, biasanya kan pertamax, premium

      Delete
    4. Pertamina dah di hajar, premium dah di embat, gak apa-apa lah kebagian solar juga :D

      Delete
    5. Wah lagi pada Antri di Toko Bensin nih, saya ikutan boleh gaka yah Mas semua?
      Sebuah pilihan yang menurut pilihan yang benar itu adalah ciri Masyarakat yang Produktif :)

      Delete
    6. silakan antri :d, solar masih banyak tuh....

      Delete
    7. minta pertaminany pak pri ah....

      Delete
    8. saya minyak jlantah saja deh

      Delete
    9. wah paraaah mas Agus, minyak jelantah di embat juga hehehehe....

      Delete
    10. Mas Agus suka Minyak Jelantah Mas Marnes suka Minyak apa yah?
      Saya Mah suka Minyak wangi aja deh, sewangi yang nyanyinya
      Itu sebuah Pilihan saya. wajar kan yah Mas Muroi..? :-d

      Delete
    11. rame ya disini..saya ikutan yang pertamax dulu ah. :D

      Delete
    12. ia lah...sayah juga ikutan noangkring disini juga lah...supaya wajah kiutku jadi yang terdepan

      Delete
  2. kalau saya mending Golput mas ( Golongan Pencari Uang Tunai ) hehe
    dan untuk saya pribadi daripada golput ( Golongan Putih ) , mending tetap datang ke TPS dan waktu pencoblosan rusakin aja kartu suaranya, biar gak di salah gunakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip...saya setuju.
      mari beranalisa, surat suara golput saja bisa dibuat untuk berbuat curang jeh...jadi ngapain juga kita milih orang2 yang dari awalnya berani berbuat curang untuk jadi pemimpin kita.
      pasang gambar dilarang oleh KPU, tapi...liat makin banyak yang nempelin gambar...(curang kan)...malah banyak pohon yang menjerit karena badannya dipakuin untuk nempelin gambar itu....sama pohon azh berani menyakiti, apalagi sama kita2 rakyatnya ini...coba renungin deh.

      Delete
    2. Kalo saya mah jujur aja nie, emang belum pernah nyoblos kang, saya lebih suka nyoblos yang dirumah aja, lebih meyakinkan dan lebih jelas tujuannya buat masa depan wkwkwkwk.........

      Delete
    3. hahaha lucu sekali bang. bagaimana dengan yang bujangan? tapi memang benar saya sendiri juga tidak pernah nyoblos baik itu pemilu, pilkada atau pilkades. males aja dengan yang kaya gitu

      Delete
    4. memang, untuk tahun ini sepetinya lebih baik golput, dari pada milih namun akhirnya nyakitin.....mendingan di reject aja deh, kaya lagu jenita janet.

      Delete
  3. Terus terang, saya agak shock baca artikel ini, secara saya sdh mau menyusun draft utk ini... Tp keduluan mas Muroi.

    Tp gpp, kl kata embah saya, the show must go on...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup bener mas, tema sama tapi kan isinya beda :d

      Delete
  4. Pilihannya hanya ada 2 Mas, memilih untuk memilih atau memilih untuk tidak memilih :D, jadi benar jikan tidak memilih itu adalah sebuah pilihan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jadi pertanyaan itu pilihan salah atau benar sob :d

      Delete
  5. pada intinya semua keputusan yang kita miliki adalah memilih ya buntutnya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. buntutnya apa yah, asal jangan sob buntut aja :)

      Delete
  6. ya saya hapal banget kata kata Plato itu, masuk akal tapi...sulitlah hati ini bergeser dari Golput yang sudah mendarah daging, tak pernah sekalipun keluar dari golput, dan sedang giat giatnya mengajak orang untuk Golput.
    hati saya selalu bilang, dengan mencoblos orang yang ngga pernah kita tau karakter aslinya,walaupun kita tau...pada akhirnya mereka yang terpilih itu tak amanah terhadap jabatannya, bukankah itu sama halnya kita memberi jembatan kepadanya untuk masuk penjara dan neraka...coba kalau ngga terpilih dan ngga jadi pejabat, minimal ngga masuk penjara kan?....pokoknya hidup Golput.
    sibudiman golput karena pengen ngetop dan akhirnya dia bisa masuk jadi dewan...kampret kan dia.

    golput murni mah tuh bang Iwan fals, W.S. Rendra(alm)...Sawung jabo, Setiawan Jodi...

    Golput akan saya tanggalkan kalau JOKOWI yang naek.
    sekian terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikut kang Cilembu aja,golput :d

      Delete
    2. kata mas Arie Gondes, GOLPUT itu Golongan Pencari Uang Tunai mas hehe...

      Delete
  7. kalo ane tetep memilih tapi adil di coblosin semua biar keliyatannya pilih kasih :)

    ReplyDelete
  8. golput itu dapat menimbulkan banyak kecurangan mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bisa jadi seperti itu sob, masalah yang timbul adalah justru orang-orang yang dengan niat tulus untuk mengabdikan diri untuk rakyat tidak mendapat suara dan otomatis tidak menjadi wakil rakyat

      Delete
  9. golput itu dapat menimbulkan banyak kecurangan mas.

    ReplyDelete
  10. saya bingung untuk mndefinisikann ini, tpi saya suka mas :D

    ReplyDelete
  11. dari dulu sampai sekarang saya akan tetap golput gan. hhaha. wong ane lebih enak gitu. biar lah urusan negara ada yg ngurus . saya gak mau ngikut-ngnikut. hhehe

    ReplyDelete
  12. Kalau saya golput karena masih dibawah umur. ^_^

    ReplyDelete
  13. saya milih adminnya moroielbarezy ajah deh, :>)
    tetapi kalau menurut saya mas mending kita milih dari pada suara kita di salah gunakan orang - orang yang tidak bertanggung jawab, masih ada harapan yang tersisa untuk merubah bangsa kita tercinta ini. :))

    ReplyDelete
  14. saya tetap akan golput, tidak akan saya berikan satu suara saya pada orang yang akan menjadi koruptor, orang pintar pilih golput hehe

    ReplyDelete
  15. Kalau Boku dari dulu nggak suka golput, ya Boku berusaha memberikan pilihan kepada calon yang sekiranya Boku anggap bisa dan mampu mengemban amanah rakyat. Masalah nantinya tidak sesuai dengan harapan itu nanti, yang terpenting adalah boku menggunakan hak suara boku dengan benar..

    keep smile kang el..:)

    ReplyDelete
  16. Selamat malam Mas Muroi maaf baru bisa mampir lagi nih Mas
    Yah Maklum yah Mas, tuntutan kuli :-d Saya biasanya gak suka
    Golput Mas, saya konsekwen selalu pilihan nurani mana pilihan
    Hati yang sekiranya dapat di percaya, dan bisa memegang amanah :)

    ReplyDelete
  17. Semoga aja di pemilu april nanti...ada perubahan yang lebih baik dari pesta rakyat sebelumnya ya mas :)

    ReplyDelete
  18. Sebagai warga Negara yang baik,sebaiknya datang dan melakukan pencoblosan,tapi ingat ini dilakukan harus dengan hati nurani,jangan ada tekanan dari luar,tapi kalau memang di TPS ada tekana mendingan coblos semua agar tidak sah,nah lho,,,,,

    ReplyDelete
  19. semua itu hanya tergantung pada niat.. :D

    ReplyDelete
  20. Harus siap-siap belajar nyoblos nih....... :D

    Salam

    ReplyDelete
  21. Namanya juga demokrasi, setiap orang bebas menentukan pilihan nya.. Golput atau tidak, itu pilihan.. Dan belum tentu juga yang golput tidak punya pengetahuan apa2 tentang jalan yg dia pilih :)

    ReplyDelete
  22. benar itu mas..
    jadi tahun ini saya mau Milih aahhhh :D

    ReplyDelete
  23. kalo saya tetap harus milih mas... :D

    ReplyDelete
  24. Saya juga bingung, kalau mau pemilihan caleg dan capres. Semuanya baik kalau ada maunya saja :)
    Hanya Covernya bagus, tapi isinya busuk

    ReplyDelete
  25. Rakyat sekarang udah cerdas ya mas..mana yg buat di jadiin pilihannya..di april nanti :)

    ReplyDelete
  26. kalo saya sih kadang nyoblos kadang tidak,ikut mud aja kang....hehe

    ReplyDelete
  27. Terus terang saya agak skeptis dengan pemilu, karena pengalaman tidak bisa membawa perubahan yang terbukti signifikan ...
    Pada mulanya saya memilih, karena gak tahu rekam jejak caleg, saya memilih dari partai tertentu yang saya nilai cukup baik kiprahnya .. tapi kemudian ternyata kemudian saya dibikin kecewa dengan partai tersebut dan tidak ada lagi partai yang saya percayai sehingga kemudian memilih golput ..
    Tahun ini, Insya Allah saya ikut memilih, karena ada teman yang nyaleg di DPRD Kabupaten dan bisa saya pilih. Saya kenal dekat dan tahu perilakunya .. tapi kalau untuk yang propinsi dan pusat, kalau gak ada yang saya kenal lebih baik tidak saya pilih .. :)

    ReplyDelete
  28. kalu kita tidak memilih sma aj kita iti menghianati negri kita tercinta ini mas salam kenal mas kunbal nya

    ReplyDelete
  29. Ayo...pilihannya ada di tangan kita loh... :)

    ReplyDelete
  30. Memilih atau TIDAK memilih adalah HAK preogratif seseorang. Belum pernah saya dengar warga negara masuk penjara hanya karena dia tidak memilih dalam pemilu Legislatif misalnya, Belum pernah saya dengar ada Undang Undang yang menghukum oenjara atau denda warga negara yang tidak memilih. HANYA SAJA kita diberikan HAK untuk memilih tapi tidak digunakan HAK tersebut. Sayang tidak digunakan. Sebagai warga negara yang baik tentu akan menggunakan HAK nya untuk memilih

    ReplyDelete
  31. Saya golput aja ahha :d
    ngomong2 tempe barunya keren juga

    ReplyDelete
  32. Pilihan untuk tidak memilih mas.
    Tapi golput jaman sekarang kira kira merugikan negara atau justru menyelamatkan negara dari korupsi ya.? Hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. merugikan tpi juga menyelamatkab.,...koyone :)

      Delete
  33. Ya memang pilihan.. tapi kita tidak tau apakah itu pilihan yang baik atau pilihan yang salah CMIIW

    ReplyDelete
  34. bgi sy, golput adalah pilihan...tpi krn kpepet...dan seumur2 sy blum pernah milih :D

    ReplyDelete
  35. kalau saya mendingan goltam aja deh mas muroi, golongan hitam, emang dari sononya sudah hitam je..
    hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hitam manis, kayak sepur, banyak yang ngantri ... :-d

      Delete
  36. Kalau saya ya memiliki pandangan untuk tetap memilih, dan tahun ini saya untuk pertamakalinya mengikuti pemilu hehehe. Yah itung-itung cari pengalaman. Salam keren.

    ReplyDelete
  37. Dari dulu aku tidak pernah masuh dalam DPT, entahlah..golput saja jadinya.

    ReplyDelete
  38. kalo saya golkar aja deh... hahah

    folback ya mas..
    zon-go.blogspot.com

    ReplyDelete
  39. sayamah pilih saja, yang penting kita harus pintar-pintar memilih saja mas.

    ReplyDelete
  40. Selamat sore Mas Muroi, datang lagi Mas untuk semangat meramaikan artikel ini
    Dan ini asli Pilihan saya, tapi saya Ikhlas untuk saling berbagi. salam sukses ya Mas :)

    ReplyDelete
  41. artikel yang bagus mas,
    Menurut saya banyak yang merasa capek dengan para petinggi yang lupa dengan janji"nya dan akhirnya golput

    saya suka quote terakhir

    ReplyDelete
  42. Lama g mengikuti update mas El, sekarang akhirnya bisa kembali lagi deh dapat informasi terbaru.

    ReplyDelete
  43. saya setuju dengan artikel diatas. seandainya tidak ada yang sempurna diantara capres nanti, maka paling tidak pilihlah yang paling baik diantara mereka. golput artinya diam, tidak mengiinginkan Indonesia lebih baik.

    ReplyDelete
  44. Harus milih dong, yang pastinya juga harus memilih sesuai dengan pilihan hati, mana yang lebih pantas untuk dipilih demi kemajuan bangsa ini (o)
    lama gak kesini templatenya uda ganti lagi.

    ReplyDelete
  45. Pro kontra ya mas..tanggapannya
    Tapi kita semua yakin..semuanya berharap adanya perubahan kan :)

    ReplyDelete
  46. yaa lebih baik tetap memilih aja deh.

    ReplyDelete
  47. Kalo saya tidak memilih, bukan karena pilihan saya untuk tidak memilih atau golput. tapi memang gak ada pilihan :)

    ReplyDelete
  48. Kalo saya sih, golput kayaknya hhee. Karena gag bsa ikut pemilihan nantinya

    ReplyDelete
  49. mungkin pada zaman soeharto pemilihan yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat,dan dengan semangat juang 45 untuk menggunakan hak pilihnya,tetapi untuk sekarang karena banyaknya kebihingan dengan janji-janji,memilih menjadi hal yang tidak berguna,karena sudah tahu akan jadi apa akhirnya kedepannya.

    bukan begitu mas.?

    ReplyDelete
  50. hmmm kalo boleh jujur sih aku agak pesimis untuk pemilihan ini, mngkn karena terlalu lelah ada dalam kekecewaaan . *fiiuhh .
    tapi sebagai masyarakat yang memiliki kewajiban membangun bangsa, ga akan berdiam diri pasrah melihat oknum" itu mengambil keuntungan negara.
    bismilllah aja x ya mas, semoga ada kandidat yang dapat mempertanggung jwabkan kewajibannya :)

    ReplyDelete
  51. Saya salah satu dari sekian banyak "golput"Tapi klo jokowi yg jadi calon nya.pasti mau ikutan pemilu

    ReplyDelete
  52. Kunjungan sore yang Indah Mas Muroi, simak lagi
    Artikel yang bermanfaat ini salam sukses yah Mas

    ReplyDelete
  53. saya suka sama kaosnya tuh mas...
    kira2 bisa pesen sama mas El ndak ya ^^

    ReplyDelete
  54. Menurut saya, 22nya itu pilihan... orang menentukan pilihannya untuk memilih karena ada sebabnya.. begitu pula sebaliknya...

    ReplyDelete
  55. tidak memilih (golput) juga sebuah pilihan mas..(untuk tidak memilih tentunya). mungkin mereka kecewa dengan mereka (legislatif sebelumnya) hanya kebanyakan kampanye dan janji2 saja, tapi tidak ada tindakan dan bukti rang riil. :D

    ReplyDelete
  56. kpan ya bisa nyoblos? :D
    iya mas,,,, kebanyakan masyarakat kecewa,,,, jadinya tidak milih

    ReplyDelete
  57. ternyata seputar pemilu ya, kalau harus golput sungguh sangat disayangkan karena setiap orang diberi kesempatan untuk memilih. dengan tidak memilih, kita menyia-nyiakan kesempatan itu.. mana tahu setiap suara akan berpengaruh pada kesuksesan calon pemimpin.

    ReplyDelete
  58. Sebaiknya kita memilih saja mas.. sayang kan suara kita peruma saja, terlepas dari menang atau tidaknya calon yang kita unggulkan.. Tipsnya pilih yang terbaik diantara yang baik, atau pilih keburukan yang paling kecil diantara sekian banyak keburukan.. :D

    ReplyDelete
  59. bener kata pakde Plato, dengan tidak memilih pemimpin yang disodorkan sama saja kita menyerahkan negara secara cuma-cuma untuk dirusaknya, tapi dengan memilih juga tidak menjamin negara tidak akan dirusak oleh yang dipilih, galau lah pokoknya haha

    ReplyDelete
  60. kadang saya kebanyakan pilihan, jadi cokol aja semuanya hehehe

    ReplyDelete
  61. pointnya, orang bijak harus milih, meskipun kita lebih pintar dari yg dipilih ;)

    ReplyDelete
  62. Harus memilih pokoknya... hehehe

    ReplyDelete
  63. ane belum cukup umur sob, jadi nggak bisa jadi pemilih dalam pemilu 2014 ini

    ReplyDelete
  64. apapun itu saya akan tetap memilih... dan tak ingin menjadi GOLPUT. Insya Allah akan berharap akan ada berubahan di Negeri Ini.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel