Makan Bahu Jalan

Makan Bahu Jalan | Mungkin sobat sudah sering mendegar kata-kata ‘makan bahu jalan’. Dan tentunya ini hanya sebuah istilah belaka, karena pada kenyataannya tidak ada mahluk hidup manapun di dunia ini yang makan bahunya jalan bukan. Istilah ini dipakai hanya untuk kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang biasanya parkir di jalan raya sehingga menutupi jalan. Begitu juga biasanya adalah para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan sehingga makan tempat alias makan jalan raya.

Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya dishub, khususnya di DKI Jakarta sedang  mengadakan operasi cabut pentil buat kendaraan yang membandel parkir sembarangan di pinggir jalan sehingga sering menyebabkan kemacetan. Terlepas efektif atau tidaknya program ini namun sebaiknya pemerintah juga harus menyediakan lahan parkir terlebih dahulu sebelum gencar merazia para pemotor atau pengguna kendaraan yang parkir di sisi jalan. Karena walaupun dirazia berkali-kali tetap saja akan parkir dijalan karena tidak ada tempat untuk parkir secara legal yang disediakan pemerintah.

Fenomena parkir sembarangan di jalan sebenarnya tidak hanya di kota-kota besar saja yang notabene sempit lahan untuk parkir. Ini juga bisa di jumpai di beberapa daerah, seperti di pasar Pandeglang, Banten. Parkir di pinggir jalan sudah bertahun-tahun berlangsung, namun tidak ada tindakan pemerintah setempat untuk menertibkannya. Padahal ini sudah jelas-jelas sangat mengganggu para pengguna kenaraan yang lain yang akan melintasi pasar Pandeglang ini.
makan bahu jalan
Para pengguna kendaraan bermotor roda dua yang parkir di pinggir jalan pasar Pandeglang, Banten
Pasar pandeglang adalah satu-satunya pusat perbelanjaan yang lengkap di Kabupaten Pandeglang , Banten. Terlebih lagi, pasar ini adalah jalur utama dari Jakarta ke Labuan dan Carita sehingga banyak kendaraan besar atau bus-bus umum melewati jalur pasar Pandeglang ini. Sehingga alternatifnya adalah memberlakukan jam khusus buat bus-bus ini melewati pasar yaitu hanya boleh setelah jam 5 sore sampai jam 7 pagi karena waktu siang hari tentunya pasar ini padat. Apalagi bahu jalan tertutup oleh kendaraan yang diparkir baik roda dua ataupun roda empat, sehingga sangat riskan jika bus-bus besar ini melewati pasar jalan pasar.
makan bahu jalan
Kendaraan roda empat juga tidak ketinggalan berparkir ria di pinggri jalan pasar Pandeglang
Letak pasar yang berada di jalur utama membuat pemerintah Pandeglang sepertinya kesulitan untuk membuat lahan parkir untuk para pengunjung pasar. Sangat mengganggu memang, namun mau bagaimana lagi, terpaksa bahu jalanlah yang di korbankan untuk tempat parkir. Yang untung pasti tukang parkir. Sehari bisa mencapai ratusan ribu rupiah masuk kantong. Yah asal tertib saja mungkin tidak apa-apa walaupun bahu jalan juga dimakan. Tapi setidaknya pemerintah kabupaten Pandeglang memikirkan jalan keluar dari masalah ini karena tidak mungkin akan selamanya pengguna jalan akan merasakan ketidaknyamanan ini.

Hal ini mungkin juga berlaku di daerah-daerah lain tidak hanya di kota-kota besar saja atau tidak hanya di Pandeglang saja. Ini sudah masalah nasional yang artinya dimanapun ada kebiasaan parkir sembarangan di pinggir jalan. Razia boleh-boleh saja, tapi ini hanya fenomena sesaat saja jika pemerintah tidak bertindak prefentif dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan serta penyediaan lahan parkir yang memadai. Semoga bermanfaat dan happy blogging…


87 Responses to "Makan Bahu Jalan"

  1. Saya mah mending pilih makan bakso aja daripada harus makan bahu jalan hehehehe :D

    ReplyDelete
  2. kalau di lhokseumawe banyak yg model begini pak,bahkan rumah makanpun menata meja kursi untuk para pelanggannya di bahu jalan. saya kaget bukan main waktu pertama datang,lebih parah daripada di jakarta dan sekitarnya ternyata..hehehe

    ReplyDelete
  3. setuju sekali kang, parkir dibahu jalan ini memang sangat mengganggu bagi pejalan kaki ataupun pengguna jalan lainnya. yang repot ketika bahu jalan dipakai parkir, otomatis angkot yang akan menaikan/menurunkan penumpang juga berhentinya jadi hampir ditengah jalan...akhirnya jalanan jadi macet apalagi kalau ancotnya ikut2an ngetem disitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya apalagi seperti itu kang, banyak angkutan yang ngetem sembarangan, alhamdulillah disini ga pernah macet kang, cuma ngga indah saja liatnya

      Delete
  4. Bener mas.. Itu yang membuat kemacetan di jalan raya yah mas.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, jalanya jadi sempit dan susah dilewati untuk kendaraan besar

      Delete
  5. makan bahu jalan itu disebabkan oleh parkir yang tak terkendali menggunakan bahu jalan sehingga menyebabkan penyempitan jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. follbacknya ditunggu sob :-d

      Delete
    2. DI Pontianak apa lagi Bahu Jalan sudah sembarang orang yang memakainya. Tak perduli ada larangan dan membuat jelek pemandangan

      Delete
    3. di daerah ternyata lebih parah ya kang...

      Delete
  6. sampe skrg blom ada solusix pak., soalx tiap tahun jumlh kendaraan bertambah.., pemerintah jg jd pusing.... *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. makin pusing lagi sekarang ada mobil2 murah, tambah macet aja deh jadinya

      Delete
  7. semakin hari kendaraan roda dua semakin bertambah, lahan parkir tidak menambah, akhirnya bahu jalan jadi korban. salah siapa nih,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kang, salah siapa yah, yang jelas jalan tidak salah kan :d

      Delete
  8. wah postingan jenis realitas sosial nih. realitasnya, jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tiap tahunnya mengalami peningkatan cukup signifikan yang tidak diimbangi dengan jumlah luas kawasan yang memadai. kalau terus begini, bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang macet dijalanan akan semakin meningkat. Salam blogger. :)
    http://dailybloggerpro.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob dan ini memang realitanya, terutama masalah buat kota2 besar

      Delete
  9. sungguh pemandangan yang ironos ya mas [-(

    ReplyDelete
  10. emang enak ya bahu jalan, cing enakan mana dengan makan Ubi Cilembu ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. atuh jelas enakan ubi cilembu mang, mak nyus hehe...

      Delete
    2. Kalo mang lembu mah bukan bahu kali, om
      Tapi bau, hahah...

      Delete
  11. mau gimana lagi sob, apa mau gusur perumahan lagi di pinggir jalan? wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. weh kalo gitu jangan kayanya, bikin masalah baru :d

      Delete
    2. hilang masalah lama, timbul masalah baru jadinya

      Delete
    3. berarti kalo gitu harus menjadi kesadaran individu, susah juga kalo ngomongin sadar orang Indonesia ekkekekek :D

      Delete
    4. iya kang, kan sebelum kita merubah disekeliling kita, kita dulu yang harus berubah

      Delete
  12. biasanya hanya sesaat aja tuh mas gencar2 nya, mas kok di dasbor saya kok pos mas muro'i yang terakhir 3 bulan yang lalu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba link yang lama di hapus, trus ganti lagi mas....

      Delete
    2. udah dibilangin ...itu terjadi karena bekround poto propilnya harus ganti janganpake warna merah kang...

      Delete
  13. jalan semakin lebar tapi rasanya masih sempit aja mas. karena sebagian jalan diubah menjadi tempat parkir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang, apalagi di kota-kota besar, sudah makin sempit aja jalanan, penuh sama kenadran, lama-lama jalan kaki juga susah :d

      Delete
  14. ngomongin soal parkir di indonesia nggak ada habisnya mas.. di semua kota yang ada di indnesia sepertinya begitu mas.. parkirnya makan bahu jalan semua..

    karena bahu jalan dapat di makan langsung, nggak harus di masak dulu mas.. wkwkwkkwkwk

    ReplyDelete
  15. Semoga Dengan Diadakannya Razia Cabut Pentil ini Tidak akan ada lagi Orang Yang Parkir Sembarangan ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya semoga demikian ya sob, minimal ya mengurangi kalopun tidak bisa menghentikannya

      Delete
    2. Iyaa mas :) karena perasaan Tidak Mungkin Deh Klo misalkan dihentikan mah hehe Maklum Orang Indonesia Khususnya saya Kurang Suka Diatur b-( tapi klo mengurangi insya allah mungkin bisa :d

      Delete
    3. bener sob, mengurangi mungkin hanya itu yang bisa, ngga mungkin menghilangkan....

      Delete
    4. Sepp Betul Itu saya Satuju haha :-d

      Delete
  16. sama saja mas, di mojokerto dan tuban ada yang begitu juga, ada juga yang di sediakan lahan parkir sendiri dan tertib.
    kalau sudah urusan mengganggu pengguna jalan lain, saya kok malah ingat, apa rejekinya para tukang parkir dan pedagang yang mengganggu jalan itu barokah dan halal ya mas ? soalnya sudah mengganggu jalan mencari rizki orang lain.

    ReplyDelete
  17. Waduh sesuatu yang sedari kecil sudah begini apalagi kalau nanti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob sekarang aja sudah parah kaya gitu, apalgi ada mobil murah, kredit motor tanpa DP, wah tambah banyak deh :)

      Delete
  18. Iya mas El...emang ndak di mana2 ya kaya itu masalahnya..
    harus dibiasain dulu biar bisa....kali ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, apalagi di kota besar ya, di kampung aja kaya gini mas :d

      Delete
  19. Fenomena yang sekarang juga banyak ditemukan di kota-kota kecil..mungkin permasalahan utamanya adalah lahan parkir tidak bertambah...pemilik kendaraan bermotor semakin bertambah tiap tahunnya dengan pesat sehingga terjadi hal sedemikian

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya seharusnya pemerintah juga memberikan solusi ya sob, tidak hanya razia saja

      Delete
  20. gg ngerti masalah yang begituan sobb , , ,

    http://nawayhac.blogspot.com/2013/10/membuat-slide-box-rekomendasi-di-blogger.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. okelah nyimak aja dulu sob..trims sudah berkunjung

      Delete
  21. Wah klu itu mah kelewatan namanya mas...masa parkir udah ambil hampir separuh jalan, kasihan pengguna jalannya klu gitu caranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mau giman lagi sob, tidak ada lahan parkir khusus ya seperti itu jadinya

      Delete
    2. Kok jadi gini ya indonesia..hadeeeh prihatin banget

      Delete
  22. Sama saja, Pak. Sepertinya bukan hanya di Pandeglang atau tempat saya tinggal, Malang. Saya yakin ini terjadi di seluruh kota/pasar di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya karena ini memang masalah di endonesyah sob, jadi dimana-mana sama saja :d

      Delete
  23. Visit my site:Free Download MP3 and Free Music Download

    ReplyDelete
  24. kalo di daerah saya gak pernah ada yang jualan di bahu jalan

    ReplyDelete
  25. makan bahu jalan itu memang mengasikan... tapi sekarang di Jakarta sudah mulai ditertibkan kalau ada yang maksa parkir di bahu jalan tertentu terpaksa di gembok rodanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya semoga bisa terus berlanjut ya mang, biar tertib jakarta-nya

      Delete
  26. awas mas nanti d gembok rodanya hehe.

    ReplyDelete
  27. Kempesiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn bannya :D

    ReplyDelete
  28. bahaya juga ya kalau kayak gitu.. ntar kalau ada apa2,ga ada yg mau disalahkan..
    salam kenal bg..
    ijin follow blog nya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga, trimakasih sudah follow blognya

      Delete
  29. ya semoga tidak justru bahu jalan yang dihilangkan ya kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo itu kebangetan mas, makan bahu jalan beneran :d

      Delete
  30. kalo cabut pentil masih belom kapok, lindes aja pake tank. biar greget :v

    ReplyDelete
  31. Bener mas.. Itu yang membuat kemacetan di jalan raya yah mas.. ;-(
    jangan lupa ya mas follow balik blog saya. firdausquotes.blogspot.com

    ReplyDelete
  32. Rada repot jadi orang kota ya, om...
    Badan jalan dipake parkir, trotoarnya diembat pedagang kaki lima
    Semoga gebrakan Jokowi bisa berlanjut dan ditiru pejabat daerah lainnya...

    ReplyDelete
  33. Beginilah nasibnya Indonesia yang sekarang, semoga di masa depan Indonesia lebih Maju :)

    ReplyDelete
  34. sepertinya di seluruh indonesia baik kota kecil maupun besar, hal tersebut sudah biasa

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel