19 Sep 2013

Kemasyhuran 15 Menit

·   51

instant
Kemasyhuran 15 Menit | Dunia saat ini semakin maju, betapa tidak setiap individu bisa mengekspresikan apa saja dan bisa terkenal saat itu juga jika nasibnya lagi mujur. Hadirnya media sosial seperti twitter, facebook, youtube dan jug amungkin instagram memungkinkan seseorang bisa menjadi terkenal mendadak bak artis dan selebritis. Fenomena ini silih berganti terus bermunculan bak jamur dimusim penghujan. Tenar kemudian tenggelam di hapus oleh ketenaran yang lain.

Sebut saja dulu ada Briptu Norman yang karena lipsingnya menirukan joget India ia mendadak menjadi terkenal bak artis dan selebritis. Ada lagi muncul sosok Arya Wiguna, yang gara-gara berseteru dengan eyang Subur dan aksi garangnya kemudian jadilah terkenal di media youtube yang bisa ditonton jutaan orang yang mungkin diseluruh dunia. Ada lagi hal yang dialami oleh pria bernama Sualudin ini populer berkat aksi gokil dan lucu dalam video berjudul Udin Sedunia. Lagu Udin Sedunia yang diciptakan sendiri oleh dirinya ternyata mengubah jalan hidup pria yang menetap di Nusa Tenggara Barat ini. Langsung saja, namanya menghiasi koran, tabloid, dan wajahnya kerap muncul di televisi. Dari situ, Udin kebanjiran tawaran manggung. Ia tak hanya tampil menyanyi, tapi juga membintangi sinetron dan menjadi presenter.

Dan yang lagi heboh saat ini tentunya mas Vicky Prasetyo yang gara-gara wawancara “ngawurnya” mendadak terkenal dan menjadi perbincangan banyak orang. Dengan gaya bahasa yang sok intelek dan susah dimengerti buat masyarakat awam menjadikan sesuatu yang unik dan lucu. Ngawur tapi ternyata ini mengakibatkan menjadi trand marknya dan mempunyai gaya tersendiri. Gara-gara omongan ngawurnya itu banyak orang yang terkena “virus” Vicky atau yang lebih terkenal dengan istilah "Vickynisasi". Banyak orang dan menirukan gaya bicaranya, mulai presiden, pejabat sampai para artis kerap menirukannya. Banyak juga kemudian orang membuat berbagai parodi di video yang kemudian diunggah di media youtube.

Fenomena seperti ini adalah sebuah kewajaran ditengah semakin mudahnya kita mengakses media sosial sehingga siapa saja yang cenderung berbuat aneh dan unik di media sosial ini sudah bisa dipastikan akan mendadak seleb. Namun sepertinya ini hanya trand sesaat. Euphoria yang akan mudah tenggelam dengan hadirnya fenomena-fonemena yang lainnya. Buktinya beberapa orang yang saya sebutkan diatas tadi, setelah ada tayangan yang lebih heboh lagi entah saat ini bagaimana kabarnya seakan hilang ditelan bumi.

Menjadi terkenal adalah mungkin impian setiap orang, namun seperti apa prosesnya adalah sangat menentukan langgeng atau tidaknya kemasyhuran atau keterkenalan seseorang. Sesuatu yang instan biasanya juga akan cepat pudar dan hilang. Sedangkan dengan proses yang natural dan dengan ketekunan akan memungkinkan seseorang dikenang sepanjang masa. Ibarat pepatah yang sering kita dengar dalam keseharian  “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang”. Yang artinya bahwa kebaikan seseorang akan selalu dikenang tergantung amalnya di dunia. Amal atau perbuatan apa yang akan dikenang tentunya adalah pebuatan yang secara kontinyu dan melalui proses yang panjang.

Orang bisa masyhur dalam waktu 15 menit bukan sesuatu yang mustahil saat ini. Namun tidak akan menjamin ia menjadi dikenang dalam waktu yang lama. Tapi instan itu tidak selamanya jelek, kadang memang diperlukan dalam situasi dan kondisi tertentu. Namun alangkah baikknya jika jadi harimau belang yang mati dengan meninggalkan belangnya dan gajah yang mati yang meninggalkan gadingnya. Jadilah manusia yang akan terus dikenang karena prestasi yang membanggakan dan bukan sesuatu yang instan. Mudah memang diucapkan namun sulit bila dilakukan. Tapi itu bukan hal yang mustahil jika ada kemauan. Semoga bermanfaat dan happy blogging….


Subscribe to this Blog via Email :