8 Sep 2013

Jadi....Pilihlah Aku

·   10

Jadi…Pilihlah Aku | Assalamu ‘alaikum sobat blogger sedunia. Akhir-akhir ini sepertinya kita sering disuguhi peilihan kepala-kepala daerah di berbagai tempat. Hingar bingar suhu politik telah mengalahkan naiknya BBM, mahalanya harga daging sapi, jeritan rakyat miskin yang semakin tercekik karena harga kebutuhan tidak terbeli dan seabrek masalah Negara yang lainnya.

Janji-janji politik para kandidat kepala daerah sepertinya sudah menjadi sarapan tiap hari di media. Baik cetak ataupun elektronik. Ibarat kecap, pasti inginnya nomor wahid alias nomor satu. Begitupun pasangan calon, baik itu Bupati ataupun Gubernur, semua mengaku pantas dipilih dan pantas menjadi yang terbaik dari semua lawannya. Dengan menawarkan berbagai macam program yang pro rakyat tentunya salah satu senjata untuk meraih banyak simpati dari rakyatnya.

Pemilihan umum baik di daerah ataupun pusat tentunya menelan biaya yang cukup banyak. Dan itu adalah menggunakan uang rakyat. Tapi ya itulah yang namanya demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Begitu juga dengan biaya pemilu tahun 2014 mendatang, tidak sedikit jumlahnya. Mau tahu berapa semua anggaran pemilu tahun 2014?

Seperti dijelaskan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, beberapa waktu lalu, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp16 triliun untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Biaya inipun katanya belum termasuk biaya untuk pra pemilu alias persiapan pemilu yang katanya mencapai nominal 8,1 triliun. Jadi total anggaran pemilu jadi 24,1 triliun rupiah. Ckckck…tentunya jumlah yang tidak sedikit yah. Saya juga tidak bisa ngebayangin kira-kira kalau dikarungi jadi berapa karung itu duit hehe…

Biaya yang sedikit tentunya harus diimbangi dengan kualitas pemimpin yang semakin baik. Pilihlah pemimpin yang bersih, jujur dan adil sebagai kepanjangan tangan dari rakyat yang saat ini belum banyak terwakilkan oleh para eksekutifnya di parlemen. Pemimpin yang baik tentunya mereka yang tidak gila jabatan dan mencalonkan diri untuk dipilih. Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,
”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Menjadi seorang pemimpin tentunya mempunyai tanggung jawab yang berat karena akan dipertanggungjawabkan, baik dihadapan manusia dan terlebih lagi akan berhadapan dengan yang maha Adil yaitu Allah SWT.

Jadi, monggo….semua tergantung kepada nurani kita masing-masing. Apakah kita akan memilih mereka yang memberi uang tapi kemungkinan korupsi karena agar kembali modal? Atau memilih mereka yang jujur dan adil serta akan membela kepentingan rakyat? GOLPUT tentunya bukan pilihan yang bijak untuk menyelesaikan krisis kepemimpinan di negara kita. Karena bisa jadi satu suara yang kita miliki akan menjadi penyebab kalahnya calon pemimpin yang jujur dan amanah. Suara kita akan tergantikan dengan mereka yang punya banyak kepentingan. Semoga kita tidak salah pilih dalam menentukan para pemimpin kita nanti.

Semoga bermanfaat dan happy blogging…



Subscribe to this Blog via Email :