17 Aug 2013

Refleksi Kemerdekaan

·   34

Refleksi Kemerdekaan
Sumber Gambar
Refleksi Kemerdekaan  | Apa yah kemerdekaan itu? Tentunya banyak sekali versi yang mengartikan tentang sebuah kemerdekaan. Tapi menurut kamus yang sudah baku arti dari kerdekaan adalah saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.
Jelaslah arti dari kemerdekaan tersebut yang artinya siapapun baik Negara ataupun perorangan bebas untuk mengendalikan diri tanpa campur tangan pihak lain atau tidak bergantung dengan pihak lain.

Kemudian menyoal kemerdekaan Negara kita, Indonesia yang saat ini sudah memasuki usia yang ke 68 tahun tentunya sangat menarik. Usia 68 tahun jika dibandingkan dengan usia manusia tentunya sudah renta alias sudah menjadi kakek atau nenek-nenek. Tapi jika dilihat dari beberapa Negara yang sudah lama merdeka sampai ratusan tahun, usia 68 masihlah sangat belia. Ada beberapa Negara yang usia kemerdekaannya jauh dibawah Negara kita, mereka sudah maju, tapi ada juga yang usia kemerdekaannya lebih tua dari Indonesia tapi dalam berbagai hal mungkin tertinggal.

Jadi maju atau tidaknya sebuah Negara sepertinya tidak tergantung berapa lama Negara itu merdeka dari para penjajahnya, namun lebih dari itu adalah bagaimana Negara itu bisa mengatur alias memenej sebaik mungkin untuk mencapai kemajuan. Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah kita sudah yakin bahwa Negara kita sudah 100% merdeka? Jawabannya tentulah sudah tahu dari definisi kemerdekaan itu sendiri.

Negara kita belum sepenuhnya merdeka, dari penjajah iya kita sudah merdeka, namun cobalah tengok betapa Negara kita masih banyak PR yang harus diselesaikan. Saya tidak bermaksud mencari-cari kelemahan bangsa kita. Ini hanya sebagai bahan renungan agar bangsa ini semakin berfikir untuk lebih memajukan kesejahteraan rakyat. Diantara beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan saya ambil dari berbagai sumber adalah :

Kemiskinan
Angka kemiskinan masih menghantui Indonesia, dari tahun ketahun penurunannya tidaklah signifikan. Menurut berbagai survey, angka kemiskinan masih sangat memprihatinkan. Jika menggunakan definisi Badan Pusat Statsitik (BPS), pada 2012, penduduk miskin Indonesia sekitar 12,15 persen atau 29,13 juta jiwa. Sementara pada 2013 pada angka 11,23 persen. Prosentase ini setara dengan 27,48 juta penduduk.
Jika menganut makna kemiskinan versi Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada 2013 mencapai 97,9 juta jiwa. Atau setara dengan 40 persen penduduk. Bukan angka yang sedikit tentunya. Dan ini adalah PR besar bagi siapapun yang memimpin Indonesia.

Eksploitasi Sumber Daya
Sumber daya alam dan pemanfaatannya diamanatkan oleh konstitusi untuk kemakmuran rakyat sebesar-besarnya. Pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa adanya alam ini mestinya dapat digunakan untuk kebermanfaatan manusia.

Pada kenyataannya, masih saja sumber daya alam dieksploitasi besar-besaran tanpa bertanggung jawab. Misalnya dalam kasus PT. Freeport yang terus mengeruk tambang emas di Papua, namun hanya untuk keuntungan segelintir orang. Selain itu, kasus pengelolaan migas Blok Cepu dan Blok Mahakam oleh pihak asing yang pada akhirnya juga dinikmati oleh sebagian pihak asing saja.

Pemerintah perlu tegas menindak geliat asing di Indonesia yang tidak sesuai dengan konstitusi. Jangan sampai negeri ini dieksploitasi sumber dayanya oleh asing dan dicengkeram dengan sekulerisasi yang merugikan masyarakat.

Hutang Luar Negeri
Selama 68 tahun menjadi negara merdeka, status Indonesia masih menjadi negara berkembang. Berbagai upaya diambil pemerintah agar negara ini menjadi negara yang makmur. Namun sayangnya, karena koordinasi yang kurang tepat serta masih carut marutnya politik di negara ini, Indonesia belum juga merubah status ‘berkembang’ yang disandangnya.

Dan yang paling mengejutkan, hutang pemerintah Indonesia ternyata sudah mencapai lebih dari Rp. 2000 triliun!  Dan seperti apa yang diberitakan oleh Detik.com, utang pemerintah Indonesia bertambah Rp. 48 triliun hingga April 2013 ini jika dibandingkan dengan posisi akhir 2012, Rp. 1.975, 42 triliun.  Jika ditambah dengan Surat Berharga Negara, secara keseluruhan total utang pemerintah Indonesia hingga telah mencapai Rp 2.023,72 triliun

Wow..angka yang fantastis tentunya, sangat luar biasa besarnya.  Jadi jika dirata-ratakan maka setiap warga negara Indonesia menanggung hutang sekitar Rp 8,5 juta. Waduh berarti saya dan sobat blogger semua menaggung hutang negara dong hehe….

Pembangunan Yang Tidak Merata
Indonesia saat ini berada di urutan ke 16 ekonomi terbesar dunia, dan kemungkinan akan terus naik menjadi 10 besar dunia tahun 2040-an. Namun Indonesia masih menghadapi permasalahan lingkungan, demografi, dan tata kelola pemerintahan serta ketimpangan pemerataan pembangunan.

Pemerataan pembangunan seharusnya dinikmati untuk seluruh rakyat dan seluruh wilayah, karenanya percepatan pembangunan Indonesia kawasan timur perlu diprioritaskan, karena kawasan ini mengalami ketertinggalan dibanding kawasan lainnya. Sehingga tidak adalagi daerah-daerah yang ingin melepaskan diri dari NKRI karena merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah saat ini.

Bukti lain dari dari adanya ketimpangan pembangunan adalah semakin meningkatnya angka urbaninsasi. Lonjakan arus balik ke kota-kota besar mengindikasikan tidak adanya lapangan pekerjaan di daerah-daerah yang bisa menopang kelangsungan hidup. Mereka lebih memilih mencari pekerjaan di kota-kota besar karena menurutnya pekerjaan lebih mudah di dapatkan.

Tentunya ini juga menjadi sebuah PR besar yang harus segera di tuntaskan. Bagaimana pemerintah bisa menciptakan lapangan pekerjaan sampai ke pelosok-pelosok desa sehingga tidak terjadi adanya urbanisasi besar-besaran seperti yang kita saksikan saat ini.

Korupsi
Korupsi di negeri kita tercinta Indonesia sepertinya sedah dalam tahap yang menghawatirkan, cotohnya bisa kita lihat pada kasus korupsi luar biasa besar seperti  Century  dan Hambalang. Para pelakunya pun tidak main main, bisa dibilang merekalah pejabat tertinggi di negara kita, dimana bisa dikatakan bahwa kemaslahatan dan kemakmuran negara kita tergantung pada mereka.

Korupsi ini harusnya menjadi musuh dari setiap orang karena dampaknya dirasakan mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang dan tidak tanggung-tanggung hampir di semua sektor terjadi kejahatan, mulai dari pendidikan, kehutanan hingga ketahanan pangan.

Kurang tegasnya hukum menjadi pemicu utama suburnya korupsi di Indonesia. Hukum yang ada tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Padahal jika ada hukuman yang berat bagi koruptor mungkin akan bisa mengatasi permasalahan ini. Kita bisa mengambil contoh dari Negara China. Disana mereka menghukum mati siapapun yang tersangkut kasus korupsi tanpa memandang status dan jabatan. Bahkan China bisa menghukum lebih dari 1000 koruptor setahun. Apakah efektif hukuman mati bagi China, sobat bisa lihat sendiri bagaimana China sekarang. mereka menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia. Semenjak China bebas dari Koruptor, kini mereka menikmati hasilnya, para pejabat yang tidak bermoral bakal berpikir 12 kali lipat sebelum mereka melakukan korupsi.

Itulah beberapa PR besar yang masih dihadapi oleh Negara Indonesia yang tercinta ini. Disamping masalah pendidikan dan kesehatan yang masih jauh daripada harapan masyarakat. Biaya pendidikan mahal dan kurang meratanya pendidikan masih menjadi pemicu rendahnya SDM bangsa kita. Namun kita juga perlu berbangga atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh generasi muda di tingkat dunia. Semoga menjadi pelipur lara ditengah keterpurukan bangsa kita saat ini. MERDEKA !!

Semoga bermanfaat dan happy blogging….


Subscribe to this Blog via Email :