25 Jul 2013

Ngaleupeut

·   88

leupeutNgaleupeut | Kata ini mungkin sedikit sulit diucapkan buat sobat yang bukan urang sunda. Karena ini memang merupakan bahasa sunda. Kata ngaleupuet mempunyai padanan kata dalam pengucapan dengan 'meureun' yang artinya mungkin atau 'beureum' yang artinya merah atau juga 'beuleum' yang artinya bakar. Dan masih banyak kata yang sepadan dengan kata-kata diatas. Dan biasanya buat orang selain sunda seperti yang saya jelaskan diatas akan sedikit kerepotan dalam mengucapkannya. Dalam bahasa Indonesia sendiri saya belum menemukan padanan kata dalam pengucapannya. Mungkin ada sobat blogger yang menemukan padanan dalam bahasa Indonesia?

Kata ngaleupeut sendiri adalah berasal dari kata “LEUPEUT” yaitu sejenis makanan khas Indonesia yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan janur kuning yang biasanya di campur dengan kelapa atau kacang panjang. Lepeut sendiri biasanya akan ditemani dengan sobat karibnya yang biasanya kalo ada leuput pasti ada makanan ini juga, yaitu kupat.

Nah bicara masalah leupuet ini, ada sebuah tradisi ditempat dimana saya tinggal saat ini yaitu di Pandeglang Banten. Jika datang pertengahan bulan Ramadhan, biasanya masyarakat membuat leupeut dan juga kupat yang nantinya dibagikan kepada para tetangga di sekitarnya. Yang akhirnya istilah ini dikenal dengan istilah ngaleupeut  karena pada saat itu hampir semua orang membuat leupeut dan kupat. Kalo sudah begini pasti tukang janur yang laris manis karena banyak pesanan.

Tradisi ini tidak saya kenal ketika di Jawa Tengah dulu. Di Jawa juga ada kupat juga leupeut yang berbeda penyebutannya yaitu lepet. Namun makanan ini biasanya ada pas hari raya Idul Fitri tiba, tidak ditengah-tengah bulan Ramadhan. Yah memang lain ladang lain belalang, lain lubuk lain juga ikannya. Setiap tempat punya tradisi dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Keluarga saya sendiri tidak membuat leupeut dan kupat ini. Tapi kerana sedang musimnya, buka dan sahur sampai makan kupat karena banyaknya tetangga yang memberi makanan ini, sayang-sayang kan kalo tidak dimakan hehe…

Nah itulah tradisi ngaleupeut di tempat saya sob, mungkin ada juga tradisi selama ramdhan di tempat sobat tinggal dan tentunya bisa berbeda satu sama lainnya. Dan selama tradisi ini tidak bertentangan dengan syariat agama dan tidak ada ritual-ritual khusus, apa salahnya jika akan terus ada. Apalagi tradisi ngaleupeut kan enak tuh, bisa kenyang leupeut sama kupat hehe…

Semoga bermanfaat dan happy blogging….



Subscribe to this Blog via Email :