27 Jul 2013

Agar Tidak Konsumersime

·   65

konsumerisme
Agar Tidak Konsumersime | Jika lebaran sudah menjelang pasti kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang tiap tahun akan terus terjadi. Dimana pasar-pasar dan mall-mall serta pusat perbelanjaan yang lain penuh sesak dengan lautan manusia. Apalagi kalau bukan untuk mempersiapkan buat lebaran nanti. Biasanya mereka mempersiapkan baju lebaran atau kueh-kueh untuk lebaran.

Ketika saya kecil dulu waktu masih tinggal dengan orang tua di Jawa, ada istilah yang unik ketika berbelanja untuk persiapan lebaran ini. Namanya adalah “PREPEGAN”, ada prepegan cilik atau kecil yaitu belanja dua hari sebelum lebaran dan ada juga prepegan gede atau besar yaitu satu hari sebelum lebaran. Biasanya jika sudah begini jalan dipasar saja akan terasa sulit karena saking banyaknya orang-orang yang berbelanja.

Budaya belanja memang mengasyikan, siapa yang tidak suka dengan bekanja? Pasti semuanya suka. Karena ini kan manusiawi dan semua orang pasti ingin memenuhi kebutuhannya. Baik itu berupa sandang, pangan ataupun papan. Namun sebaiknya kesenangan belanja ini seyogyanya tidak membuat kita menjadi konsumtif atau istilahnya adalah jangan sampai kita terjebak dalam sifat konsumerisme. Nah loh apaan tuh konsumerisme. Kalau sobat dulu pernah belajar Ilmu Pengetauan Sosial atau IPS di sekolah dulu pasti tahu apa itu arti dari konsumerisme ini.

Menurut mba Wiki, Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Atau juga paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya; bisa juga disebut sebagai gaya hidup yang tidak hemat.

Gaya hidup ini bisa menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.

Nah agar kita dan khususnya kaum wanita yang suka belanja tidak terjerumus dalam sifat konsumerisme, maka sebaiknya perlu memperhatikan hal-hal berikut sebelum berbelanja :

Siapkan Budget Atau Anggaran Secukupnya
Budget atau anggaran  belanja bukan hanya milik instansi pemerintah saja. Tapi setiap individu juga sebaiknya menyisihkan anggran ini untuk memenuhi keperluannya. Anggaran tiap individu tentunya berbeda-beda tergantung keperluan masing-masing. Orang yang keperluannya lebih banyak tentunya harus menyiapkan budget yang lebih besar dibanding dengan individu atau keluarga yang sederhana yang keperluannya tidak terlalu banyak. Jadi persiapkan anggaran ini sesuai dengan keperluan saja.

Membuat List Barang Belanjaan
Point yang kedua adalah sebaiknya sebelum pergi berbelanja sebaiknya kita membuat daftar atau list barang-barang apa saja yang mau kita beli nanti ketika sudah sapai di tempat belanja. Sepele kelihatannya, tapi jika ini tidak kita lakukan maka akan berakibat sangat konsumtif. Buatlah list sedetail mungkin, sampai jika kita mau beli terasi sekalipun ada dalam catatan kita. Kenapa list barang belanjaan ini sangat penting? Karena jika kita tidak membawanya, biasanya kita akan membeli apa saja yang kita inginkan nanti. Jelas boros dan konsumtif bukan?

Jangan Tergiur dengan Diskon
Siapa yang tidak suka dengan potongan harga alias diskon? Semua pasti suka degan ini. Tapi sebaiknya ini perlu di waspadai, diskon juga bisa membut kita menjadi konsumtif yang berlebihan. Karena bisa saja dari rumah kita tidak berniat membeli barang tersebut, tapi begitu melihat diskon yang menggiurkan kita bisa tertarik dan membelinya. Padahal belum tentu barang tersebut sesuai dengan keperluan kita, hanya karena murah saja kita membelinya.

Demikian sedikit tips agar kita tidak terjebak dalam konsumerisme yang jelas-jelas sangat merugikan kita. Sifat boros sendiri tidak dibenarkan dalam agama karena kita bisa digolongkan kedalam temannya setan.
Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al-Isra’: 26-27).

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..



Subscribe to this Blog via Email :