10 Jan 2013

Mengapa Doa Kita Tidak Terkabul

Mengapa Doa Kita Tidak TerkabulMengapa Doa Kita Tidak Terkabul | Doa adalah permohonan hamba kepada Tuhannya. Doa dalam pandangan Islam merupakan ibadah yang sangat besar kedudukannya. Doa adalah senjatanya orang muslim. Dikala usaha dan ikhtiar sudah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, selebihnya adalah tergantung kehendak Allah dengan memohon agar apa yang kita inginkan tercapai maksudnya.

At-Tirmidzi telah meriwayatkan hadits yang diriwayatkan dari Anas r.a.: “Doa adalah otaknya ibadah”.

Banyak atsar yang diterima dari Rasulullah Saw yang mendorong agar kaum Muslimin senang berdoa, antara lain:

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang diterima dari Abu Hurairah r.a.: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa”.

Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi: “Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Dia (Allah) akan marah kepadanya”.

Namun sobat, pernahkan kita merasa lelah berdoa, namun apa yang kita harapkan tidak kunjung tiba. Apakah Allah tidak mendengar doa kita? Tentunya tidak sobat, Allah Maha Mendengar dan Maha Tahu sampai apa yang terdetik dalam hati sekalipun.  Tapi barangkali ada hijab antara kita dengan Allah disebabkan beberapa hal sehingga doa kita tidak terkabulkan oleh Allah. Berikut ini adalah hal-hal yang menghalangi doa kita.

Dikisahkan pada suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?” Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:

Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
Kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi senang mendengar mengikuti bisikannya.
Kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
Kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
Kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
Kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka".
(Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi)

Semoga kita, saya pribadi dan sobat sekalian terhindar dari sepuluh hal diatas. Semoga bermanfaat dan happy blogging...