Blusukan

Blusukan, kata itu akhir-akhir ini begitu populer dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kosakata yang umum. Saking penasaran, saya sampai mencari-cari kata blusukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau kamus bahasa Indonesia lainnya. Hasilnya nihil, tidak ada satu katapun yang dapat menjelaskan apa itu arti blusukan dalam kamus. Dan ternyata, kata bluskan itu berasal dari bahasa Jawa, yang artinya adalah jalan-jalan ke tempat kotor, misalnya ke sawah atau tempat-tempat berlumpur. Keblusuk artinya masuk ke lumpur. Istilah kotor tersebut tentu perlu kita beri imbuhan tanda petik. ‘Kotor’ di sini tidak diidentikkan ke tempat-tempat yang bau dan penuh dengan bakteri, tapi memang bukan pula tempat yang bersih, licin, harum, atau mengilap.

Fenomena seperti ini sekarang sudah menjadi trend dikalangan pejabat kita, sebut saja misalnya Jokowi, gubernur baru DKI yang sering menjenguk tempat-tempat yang tidak terbiasa didatangi pejabat sebagaimana yang umumnya kita kenal, hal itu kian memopulerkan istilah tersebut. Dia pergi ke kampung-kampung melalui jalan-jalan becek, daerah banjir, pinggir kali, hingga masuk ke got di Jalan MH Thamrin. Istilah yang tepat tak lain dari blusukan.

Ketika banjir melanda Jakarta kata-kata blusukan semakin populer, karena banyak para pejabat yang turun langusng ke lokasi-lokasi banjir. Sebut saja seperti ketua fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid yang rela menerobos banjir untuk memeberikan bantuan kepada para korban. Bagi orang biasa, ketika turun ke suatu daerah katakanlah yang terkena bencana, itu dianggap biasa dan tidak ada satupun media yang menyorotnya. Tapi lain halnya bagi pejabat public yang blsusukan ke tempat-tempat tersebut. Banyak nada miring bahkan mencibir dan mencemooh perilaku mereka. Mulai dari isu pencitraan, mendongkrak popularitas dan lain sebagainya.
blusukan
Foto Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid blusukan menerobos banjir untuk 
memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Petamburan, Jakarta. 
Padahal kita tidak tahu niat dari hati para pejabat kita, semoga niat ikhlas karena Allah dan tidak mengharap sanjungan dari siapapun juga. Karena memang seharusnya seperti itulah sikap seorang pemimpin terhadap rakyatnya, mengayomi dan sangat memperhatikan mereka.

Blusukan sebenarnya bukan isu baru dikalanngan para pejabat negara. Itulah yang dicontohkan oleh khalifah Umar bin Khatab selama kemimpinanya. Ia rela blsusukan ke tempat-tempat dimana ia bisa berbaur dengan rakyat jelata. Ia rela memikul sekarung gandum untuk diberikan kepada rakyatnya yang ketahuan kelaparan karena ia takut diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Umar bin Khatab juga seorang kholifah yang sangat bersahaja. Ia pernah tidur dibawah pohon kurma beratapkan langit dan beralaskan tikar lusuh. Tidak ada rasa sombong bahwa ia adalah seorang pemimpin yang menguasai wilayah seperempat dunia.

Blsusukan, sekali lagi semoga bukan menjadi trend sesaat para pemimpin bangsa ini. Bukan karena ikut-ikutan belaka. Karena bangsa ini perlu pemimpin yang betul-betul mau memperhatikan dan peduli terhadap rakyatnya. Dan kita sebaiknya husnudzan atau berbaik sangka terhadap apa yang mereka perbuat. Semoga karena Allah dan bukan mencari popularitas semata.

Semoga bermanfaat, happy blogging…




57 Responses to "Blusukan"

  1. oh blusukam itu kalau bahasa sundamah beubeuleuseukan.iya emang blusukanmah bahasa jawa kang.hebat pemimpin yang merakyat rela masuk ke daerah banjir siiplah buat jokowi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya sob hampir mirip istilahnya yah..makasih sob

      Delete
    2. Saya salut dengan gebrakan mas Jokowi dan Ahok dalam membenahi DKI Jakarta. Begitu beliau memimpin tampuk Jakarta sudah dihajar sama Banjir yang dahsyat yang bahkan sudah menelakn belasan korban Jiwa.

      Saya suka dengan gebrakan mas Jokowi dan pak Ahok dalam memberesi DKI Jakarta. Saya yakin DKI Jakarta akan sukses ditangan mereka berdua

      Delete
    3. yang pak Hidayat kok ga dikomentari mas hehe..

      Delete
  2. ane dl pas bulan puasa juga ngikiti kisahnya di tipi gan, terharu banget ane emang khalifah Umar bin Khatab adalah manusia terbaik dizamannya. Ane jadi berharap Indonesia di pimpin seseorang seperti khalifah Umar bin Khatab. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga demikian sob, trims silaturrahimnya

      Delete
  3. met siang mas. pencerahan yang sangat bermanfaat mas terimkasih mas dah berbagi

    ReplyDelete
  4. iya mas,,,
    semoga saja,..
    blusukan mereka iklas,tanpa ada maksud dibalik maksud,,,
    atau,
    tidak ada udang dibalik bakwan,,,
    hhe....

    ReplyDelete
  5. apa apa kalo dah dijadikan komoditi politik memang jadi populer
    yang aku tahu kebiasaan kaya gini dah sering dilakukan oleh beberapa pejabat di jawa tengah sejak tahun 90 an
    di purwokerto dulu ga aneh kalo jamaah di masjid jadi heboh
    selesai shalat ternyata di saf belakang ada bupati yang nyelonong ga bilang bilang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap nama dan alamat bupati itu kang...
      #sambil menyiapkan paket ubi

      Delete
    2. betul betul saya setuju *padahal gak ngerti* .

      Delete
    3. Sekalian sawerannya kang hehe..

      Delete
  6. Yang penting yang dilakukan semuanya itu adalah ikhlas dan bukan hanya sekedar mencari kepentingan pribadi yang bersifat memang diperlukannya.

    ReplyDelete
  7. memang tdk ada yg tahu apa isi hati mereka...
    semoga tdk ada niat yg tersembunyi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob, dalam lautan bisa ditebak, dalamnya hati siapa yang tahu..

      Delete
  8. semoga pemimpin negeri ini makin banyak yang mencontoh khalifah Umar bin Khatab, sudah dimulai oleh pak' jokowi.
    kalau yang lain-lain ikutan, ngga penting mo pncitraan ke'..mo patingpecotot ke' bahkan mo matek juga biarin deh...biar kita serahkan niat mereka kepada_NYA...yang penting bermanfaat bagi korban banjir(salah satu contohnya), dan rakyat jelata yang diblusuki oleh mereka....kang'
    ceuk urang cilembu mah, blusukan = apruk-aprukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, yang lain ikutan ya asal iklas ya kang...
      mun apruk-aprukan mah ka leuweung kang hehe..

      Delete
  9. Sangat inspiratif tulisannya mas.. saya baru tahu kalau Khalifah Umar juga melakukannya ... ditunggu artikel2 yang lain tentang Islam ya mas ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khalifah umar patut menjadi contoh para pemimpin kita saat ini sob, trims silaturrahimnya:)

      Delete
  10. hahaha bukan hanya jalan jalan di tempat kotor saja sobat. jalan jalan ke tempat tempat yang seperti di pedesaan ...?

    ReplyDelete
  11. sangat bermanfaat sob artikelnya...

    ReplyDelete
  12. Tahun ini tahuntahun krusial untuk merogoh hati rakyat, semoga saja para pemimpin itu ikhlas tanpa pamrih blusukkannya :)

    ReplyDelete
  13. heheh... saya juga baru tahu sekarang arti dari kata "blusukan" :D
    pelopornya tu pak Jokowi kan ya...? makin ngfan deh sama beliau...
    sekarang jadi banyak juga pejabat2 yg melakukan blusukan....

    oh iya, bang Muro'i dapat award dari saya, silahkan cek ke blogku ya...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan jokowi pelopornya, sebelumnya ada juga para pejabat yang berbuat demikian, kebetulan jokowi hanya mempopulerkannya saja dan momentnya tepat pula:)

      Oya makasih awardnya:)

      Delete
  14. ooow, semoga aja gak ada niat ketiga :D

    ReplyDelete
  15. oo blusukan ntuh masuk ke tempat kotor...
    theks yah infonya...
    ya sy juga lagi cari kosakata jawa yg sy belum pahami. krna ada yg koment di postku pke basa jawa,weleh sy ngga ngerti, ya sy cari aja di mbah gugel bantu sy,

    ReplyDelete
  16. segala perbuatan baik memang harus ada teladannya koq. pak jokowi sudah memulainya, dan sepertinya ditirulah kebaikan ini oleh para orang baik yang terpanggil untuk menerapkan hal yang sudah dilakukan pak jokowi. pak sby pun sekarang makin sering masuk desa. pejabat lain demikian juga. saya sebagai rakyat jelata merasa bangga dan bahagia. semoga ini akan berlangsung selamanya. blusukan yang berakhir dengan kebahagiaan masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah adem banget dengernya mas, "blusukan yang berakhir dengan kebahagiaan masyarakat" semoga bisa terwujud:)

      Delete
  17. banyak banget pejabat pemerintah yang mulai blusukan setelah terjadi banjir
    entahlah, apakah hanya sbg pencitraan diri ataw tulus ingin membantu, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ngga tahu tuh sob, kalo maksud sih sudah jelas, tapi semoga ikhlas ya sob

      Delete
  18. Pagi Kan Muroi...tenyata blusukan itu bahasa jawa yaach Kang Muroi,,,waduhh ga ngerti saya kang kalau bahasa Jawa,,,kapan kapan ajari saya yaa kang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Postingan ini bukan tentang bahasa jawa kok sob, jadi jangan takut ga ngerti, kalo dibaca kayanya paham deh

      Delete
  19. pemimpin harus bisa berbaur dan merakyat dengan apa yang ada di sekelilingnya..

    ReplyDelete
  20. sebenernya ini awal yang baik... toh nanti juga seiring waktu berjalan.. bakalan keliatan mana yg tulus.. mana yg cuman cari muka.. :)

    ReplyDelete
  21. semoga blusukan itu nggk cuma cari sensasi aja sob.

    ReplyDelete
  22. ehm... semoga aja blusukanya dari niat yang baik seperti sahabat ali. bukan demi pencitraan.. tapi ya paling ga mereka merasakan tidak enaknya kebanjiran. :D

    ReplyDelete
  23. datang lagi nih sob, sebelum tdr jalan jalan dulu hehehhehe

    ReplyDelete
  24. Gubernur yang mau turun langsung hanya JOKOWI beda dengan POKE yang kemaren hanya diduduk dibelakang kursi sambil maen POKEr Znga..kikikikkkk.

    ReplyDelete
  25. eemmm nih dia yang pantas di contoh oleh pemimpin kita yang lainnya jangan pernah takut tuk turut ke jalan, karena itulah yang di hrapan masyarakat kita...


    eemm dah berubah nih domainnya...

    ReplyDelete
  26. Dulu waktu masih SD saya juga sering BLUSUKAN nyari belut sob. Hahaha

    ReplyDelete
  27. Entahlah mau itu niat bagaimanapun, yang jelas blusukan menjadi sebuah hal yang positif bagi pejabat kita. Semoga dengan tren ini, semakin banyak pejabat yang ikut dan terbuka hatinya melihat penderitaan rakyatnya.

    ReplyDelete
  28. Nice info gan
    sebenarnya kata blusukan walau baru terdengan tapi sudah pernah dijalankan dulu kurang lebih 14 abad silam oleh Sahabat Rasul ABU BAKAR

    mampir juga ya di blognya newbie gan
    http://blogilmupendidikan.blogspot.com

    ReplyDelete
  29. Nice posting gan
    mampir juga ya di blognewbie
    http://susisetianingsih.blogspot.com

    tugas ku selesai gan, hehehehe

    ReplyDelete
  30. saya sendiri suka blusukan dirumah sendiri 8-)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel