13 Nov 2012

Kisah Anak Elang di Kandang Ayam

·   55

elang dan ayam
Kisah Anak Elang di Kandang Ayam | Ini sebuah kisah yang mungkin banyak sobat blogger yang sudah pernah mendengar atau membacanya. Sebuah penggambaran hidup dari seekor anak elang yang terdampar di kandang ayam. Mo tahu serunya, cekidot simak kisahnya....
Alkisah sebuah gempa yang sangat kuat mengguncang. Sebutir telur elang terlempar keluar dari sarangnya di sebuah tebing dan berguling menuju lembah. Telur ini berhenti di dekat wilayah ayamayam bermukim. Seekor ayam betina melihat telur ini dan bergumam 'Kenapa telur ini terpisah dari yang lain?'. Ia pun menggulingkan telur ini untuk dikumpulkan bersama telurnya yang lain. Pagi-siang-malam telur-telur ini dierami. Sampai suatu hari semua telur menetas. Mempunyai tubuh dan ukuran yang berbeda dari yang lain, sang anak elang bermain dengan “saudara-saudara” -nya. Mereka memburu cacing bersama-sama, mereka saling mematuk bersama.

Sampai suatu hari mereka semua mendengarkan teriakan elang di angkasa. Mereka melihat ke atas dengan kekaguman. Sang anak elang pun berkata, "Wah, seandainya saya bisa seperti mereka. Terbang dengan begitu perkasa!" Mendengar ini, sang induk ayam segera menyela, "Sudahlah, kamu jangan bermimpi! Kita ayam. Ayam tidak terbang! Bahagialah dengan dirimu!"

Dan begitulah sang anak elang ini tumbuh bersama ayam-ayam, dengan setiap hari mengagumi 'saudara-saudara' elang-nya yang begitu perkasa. (Author Unknown)
ooooOOOoooo

Sobat blogger, begitulah mungkin sebagian dari kita. Kita dengan mudah membayangkan diri sebagai elang di kandang ayam. Di mana setiap hari ayam-ayam tidak berhenti memberikan demotivasi dan berbagai sugesti yang menurunkan kepercayaan dirinya. Karena itu, saat kita mau berubah, kita malah takut bagaimana reaksi orang-orang di sekitar mengenai perubahan kita.

Perubahan seakan menjadi sangat menakutkan buat kita dan perubahan itu memang berat sobat, apalagi kita sudah berada pada posisi “Comfort Zone” yang melenakan dan meninabobokan hidup kita. Padahal hidup itu tidak statis dan diam tapi akan terus berubah dan berubah.

Berubah, mungkin pada awalnya kita akan ditertawakan, atau dibenci, atau ditolak, atau dianggap aneh, tapi setelah kita muncul ke permukaan dengan keberhasilan, maka akan hilanglah anggapan bahwa mimpi itu tinggal mimpi. Pribadi seperti ini adalah yang menolak menjadi ayam, karena ada elang didalam dirinya. Mereka melihat elang, mereka ingin seperti itu, lalu mereka pun terbang, kendati begitu banyak suara sumbang di sekitarnya.

Saat sobat merasa punya elang di dalam diri, sebuah sumber daya sudah bangkit. Tinggal menunggu saja, "KAPAN AKAN TERBANG?"

Semoga bermanfaat, dan happy blogging…


Subscribe to this Blog via Email :