Yang Terbaru

Subscribe Here!

Dapatkan Update Informasi Terbaru dari KANG MUROI Melalui Email

Blog Stats

Salah Kaprah Seputar Ucapan Idul Fitri

By On 12.8.12

Sobat Muro’i El-Barezy, tiap kali hari raya Idul Fitri datang, pasti kita sering mendengar ungkapan Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf  Lahir dan Batin, bukan. Ungkapan ini sudah lazim kita ucapkan ketika kita bertemu orang lain atau sanak saudara sembari mungkin saling berjabat tangan.

Ungkapan ini bertujuan untuk saling mendoakan sesama saudara  setelah mencapai kemenangan di hari nan fitri. Tapi tahukah sobat, ternyata ungkapan yang biasa kita ucapkan ini sebernarnya salah kaprah alias sudah salah tapi dianggap lumrah oleh kita.
Ungkapan Minal ‘Aidin wal faizin sering disandingkan dengan Mohon Maaf lahir dan batin, yang seakan akan itu adalah artinya. Namun sebenarnya adalah bukan. Mari kita lihat secara kaidah bahasanya. 

Faizin berasal dari kata faaza-yafuzu-fawzan  yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. 
Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.

Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Lafadz ini sebenarnya terpotong, seharusnya ada lafadz tambahan di depannya meski sudah lazim lafadz tambahan itu memang tidak diucapkan. Lengkapnya Ja’alanallahu Minal A’idin wal Faizin (Semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang)

Namun sering kali orang salah paham, dikiranya lafadz itu merupakan bahasa arab dari ungkapan mohon maaf lahir dan batin. Padahal bukan dan merupakan 2 hal yg jauh berbeda.
Lalu bagaimana dengan penulisan dan pelafalan kalimatnya?  Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin, aidhin atau faidzin, faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab:
من العاءدين و الفاءيزين

Sobat Muro’i El-Barezy, sampai disini ternyata belum selesai pembahasannya. Sebenarnya ungkapan apa sih yang dianjurkan ketika hari raya Idul Fitri tiba?. 

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari [2/446] :

“Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :
“Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.
Ibnu Qudamah rahimahullah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka”
Imam Ahmad rahimahullah menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)”
Nah begitulah sobat Muro’i El-Barezy, jadi ungkapan yang dianjurkan ketika bertemu satu sama lainnya ketika hari raya adalah kita saling mendoakan satu sama lainnya dengan mengucapkan :
تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu Minnaa wa Minkum
“Artinya : Semoga Alloh menerima dari kami dan dari kalian”

Nah mulai saat ini, disamping kita mengucapkan Minal A’idin wal Faizin, sebaiknya kita juga membiasakan mengucapkan ungkapan “Taqobalallu Minna wa Minkum”

Semoga bermanfaat dan happy blogging [sumber]

43 komentar

wahhh sungguh penjalasan yang rinci nih mas.... makasih ya mas ilmu yang sudah share.... ane jadi faham dah...

wah terima kasih banyak untuk penjelasannya sobat....
jadi paham sekarang mengenai ucapan idul fitri sobat...

Oh... begitu ya Sob???
Baru tau... hehehe
Thanks inponya... :)

hihihi jadi minder. ya deh saya biasakan mengucap taqobalallah

wah.. sepertinya saya juga termasuk kedalam golongan yang salah kaprah...

saya baru tau nih..

Nah kalo saya sudah terbiasa ngucapin "Taqabbalallahu Minnaa wa Minkum". Sayangnya 80% yg kuucapin kalimat tsb. kebingungan utk menjawabnya :)

wilujeng ngeblog

sebenarnya dua kalimat ini di tulis terpisah dan tidak digabung, karena makna-nya pun berbeda...tapi mungkin juga ada yang mengganggap itu adalah satu kalimat yang sama....nice share info sobat...salam Ramadhan :)

penjelasan yang tepat ni sob

wahhh manteb nih sobat..
thanks atas infonya

hihihi,, ternyata arti Minal ‘Aidin wal faizin bukan mohon maaf lahir batin :))

terus terang saya pun menyiapkan postingan tentang ini. tapi saya belum menemukan dalil yang kuat, termasuk pula ucapan taqobawloh hu mina waminkum, ada yang berpendapat itu bukan dari rosul, hanya ucapan sahabat dari jaman (siapa gitu aku lupa). jadi terus terang ane sendiri masih ragu. makanya ane sendiri pun sepertinya tidak jadi mengeluarkan posting tersebut.

Sekedar menambahkan bahwa ungkapan selamat pada hari raya memang tidak ada dalilanya sobat, kecuali lafadz taqabbalallahu minaa wa minka atau wa minkum, yang maknanya, “Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.”dan itupun memang bukan sebuah hadits yang shahih.

Tetapi memang riwayat yang menyebutkan hal ini oleh banyak ulama tidak lepas dari kritik. Salah satunya adalah Al-Baihaqi yang mendhaifkannya. Beliau membuat satu bab khusus dalam kitabnya, As-Sunan Al-Kubra, dinamai bab itu dengan “Bab apa-apa yang diriwayatkan tentang ucapan sesama orang-orang pada hari ‘Ied: taqabbalallahu minaa wa minka.” Di dalam bab tersebut, Al-Baihaqi menyebutkan banyak hadits yang berisikan lafadz tersebut, namun beliau mendhaifkan hadits-hadits itu. Sebagai gantinya beliau menuliskan sebuah riwayat yang bukan hadits dari Rasulullah SAW, melainkan hanya riwayat yang menjelaskan bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendiamkan ungkapan tersebut. Bahwa Adham maula Umar bin Abdil Aziz berkata,”Dahulu kami mengucapkan kepada Umar bin Abdil Aziz pada hari ‘Ied, “taqabbalallahu minaa wa minka, ya amiral mukminin”, maka beliau pun menjawabnya dan tidak mengingkarinya. (Lihat As-Sunan Al-Kubra, oleh Al-Baihaqi jilid 3 halaman 319).

Meski sebuah hadits itu dianggap dha’if, tapi selama tidak sampai tingkat kedhaifan yang parah, masih bisa dijadikan landasan amal dalam hal-hal yang bersifat keutamaan. Maksudnya, meski dha’if tetapi tidak palsu, jadi hanya lemah periwayatannya tetapi tetap hadits juga. Dan jumhur ulama pada umumnya bisa menerima hadits dha’if asal tidak terlalu parah, paling tidak untuk sekedar menjadi penyemangat dalam keutamaan amal-amal (fadhailul a’mal).

Mengucapkan tahni’ah atau selamat sebenarnya Islam juga punya landasan yang syar’i. Jika sobat ada yang ingat kisah atau peristiwa diterimanya taubat seorang shahabat nabi SAW, yaitu Ka’ab bin Malik. Saat Allah mengumumkan bahwa taubatnya diterima, berduyun-duyun para shahabat yang lain bahkan termasuk Rasulullah SAW ikut memberikan ucapan selamat.

Nah yang jelas masalah ini tidak uasah diperdebatkan, semoga bermanfaat….

wah dalem banget dan rinci pisan penjelasan soal "Salah Kaprah Seputar Ucapan Idul Fitri".
tambah lagi pengetahuan Islamku, nuhun ah.

salam sehat selalu

udah salah yang banyak kaprah kang tentang ini, yang penting kita sudah saling memaafkan aja deh ntar lebaran :D

wilujeng nge blog ..

menurut saya, salah kaprah kayaknya g perlu diperdebatkan apalagi sampai terjadi pertumpahan darah #lebay#, yang terpenting adalah niat dari seseorang tersebut karena innamal a'malu bin niyat

sama sama sob, semoga bisa bermanfaat dan tidak usah kita perdebatkan jika ada perbedaan

sama2 sam sob, hanya sharing dan tidak ada maksud apapun

oke sobat, mari kita biasakan yang sesuai dengan syariat

biasanya cukup dijawab dengan taqqobbal ya karim saja kang
haturnuhun silaturrahimnya...

bener sobat, tapi memang ada sebagian kecil masyarakat tahunya demikian..

sama sama sobat, semoga bermanfaat

hatur nuhun doanya kang cilembu, semoga akang juga selalu sehat dan tambah sukses

bener sekali sobat, sebenarnya apapun ucapan kita yang penting adalah niat kita

betul sobat sesuatu itu tergantung niat kita, mengucapkan tahni'ah atau selamat adalah sunnah dan termasuk hal yang furuiyah,jadi tidak usah diperdebatkan..

Alhamdulillah mendapatkan ilmu sahabat di sini dan juga sudah diterapkan dan semoga akan semakina banyak yang akan tahu akan hal ini sahabat

terima kasih mas atas penjelasannya jadi lebih ngerti... selama ini memang tidak tau

nah itu dia gan, ane gapunya ilmu sebanyak ente. makanya masih ada perdebatan terutama dalam diri ane untuk menampilkan atau tidak. karena ente yang lebih paham, ane berguru aja ma ente. ane serahkan hal ini kepada ente dan ane belajar di sini. bukan begitu gan? hehehhe. ok :D

tidak ada yang saling berguru disini sobat,kita hanya saling berbagi dan menasehati, sukses selalu buat sobat dan happy blogging

sama sama sob, semoga bermanfaat dan trimakasih silaturrahimnya

Mksh sobat... Info yang sangat bermanfaat sekali.. :)

wew makasih nih, hal kecil namun dampaknya besar. makasi udah mengingatkan kembali..

ow ya ya ya.... jadi tau sekarang...

matur nuwun ^_^

mampir lagi sobat menymbung silahturahmi di blog sobat...

Wah ane kira Minal ‘Aidin wal faizin artinya "mohon maaf lahir dan batin" juga. ternyata makna sebenernya "Semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang". wah... ternyata ane salah sejauh ini. Makasaih bang Muro'i pencerahannya :D

Jelas padat akurat dan terpercaya hahaa, detail banget jelasinnya. paham deh paham, Mohon maaf lahir dan batin ya :D

Jadi salah besar selama ini..

tak terasa sudah hampir satu bulan kita berpuasa, Btw thanks sob infonya saya jadi mengerti tetang hal ini

eh sob, ada award buat sobat tuh silahkan diambil. awardnya ada di http://ahsanul-marom.blogspot.com/2012/08/award-ke-lima-rumah-keduaku.html

makasih sobat atas penjelasannya :D

Izin menyimak, ilmu baru buat saya, makasih dah berbagi informasi... salam ukhuwah dari blogger amatir.

benar demikian... saya juga pernah di jelaskan tapi penyakit lupa nya kumat..
al mughni kalo ga salah artinya kekayaan... :) ..
detail sekali ini .. makasih udah mengingatkan .