17 Aug 2012

Momentum Ramadhan dan Perayaan Kemerdekaan RI

·   29


Sobat Muro’i El-Barezy, hari ini adalah dimana 67 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, pemimpin Negara kita Ir.Soekarno, memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini bukan hadiah dari penjajah Negara, namun hasil dari perjuangan yang sangat panjang yang telah mengorbankan jiwa dan raga para pejuang dan rakyat bangsa ini.

Dalam sejarah Islam, tercatat banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Di antaranya, turunnya wahyu yang pertama kepada Rasulullah SAW dan peperangan besar antara umat Islam dan pasukan Quraisy di dekat sumur Badar yang dikenal dengan perang Badar. Saat itu, Rasulullah SAW bersama 83 sahabat Muhajirin, 61 sahabat dari suku Aus, serta sebanyak 170 sahabat dari suku Khazraj, berjuang menghadapi sekitar 1.000 prajurit Quraisy. Sungguh jumlah yang sangat tidak seimbang kala itu.

Namun dengan izin Allah SWT, dalam peperangan itu, kemenangan berpihak pada umat Islam. Kemenangan itu diabadikan Allah sebagai Yaumul Furqan atau hari pembeda antara kebenaran dan kebatilan (QS. Al-Anfal [8]: 41). Peristiwa lain yang terjadi pada bulan Ramadhan adalah Fathu Makkah (pembebasan Kota Makkah). Peristiwa ini terjadi pada 630 M atau bertepatan dengan 10 Ramadhan 8 H.Dan masih banyak peperangan-peperangan yang terjadi pada bulan ramdhan. Ini menunjukkan bahwa seharusnya ramadhan adalah sebagai bulan jihad dan semangat dalam beramal dan bekerja.
Bagi bangsa Indonesia, Ramadhan tahun ini menjadi momentum yang sangat bersejarah. Karena ternyata detik-detik proklamasi kemerdekaan 1945 juga bertepatan dengan Ramadhan. 

Maka dari itu hendaknya ini mengingatkan kita mengenai pentingnya Ramadhan sebagai langkah awal menuju perubahan dari masa-masa yang suram menuju masa bahagia, dari ketertindasan menuju kemenangan, dan dari kemiskinan menuju kesejahteraan.

Sudah 67 tahun bangsa ini merdeka, tentunya ini bukan waktu yang sebentar. namun serasa kita belum merasakan kemerdekaan yang hakiki. Tingkat kemiskinan dan ekonomi masyarakat yang belum membaik menjadi PR para pemimpin dan wakil rakyat.

Momentum Ramadhan tahun ini hendaknya bisa menjadi ajang introspeksi bagi pemimpin dan pejabat di negeri ini untuk mengukur tingkat pengabdian terhadap bangsa dan negara. Apakah benar selama ini telah berbuat yang terbaik untuk kemaslahatan rakyat? Apakah selama ini sudah bisa mengemban amanat rakyat yang dibebankan diatas pundak pundak meraka?
Saat ini bangsa kita sedang menghadapi banyak masalah  yang pelik, mulai dari korupsi, kemiskinan, hingga penegakan hukum yang masih tak imbang. Lalu pantaskah kita berbangga dengan perayaan 67 tahun kemerdekaan kita jika keadaan demikian?

Melalui Ramadhan tahun ini yang bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Negara kita harusnya menjadi renungan semua elemen bangsa untuk meneladani perjuangan Rasulullah yang membawa kemenangan pada banyak peperangan dahulu. Juga, merenungi kembali perjuangan-perjuangan para pahlawan yang rela bersimbah darah demi kemerdekaan bangsa ini. Akankan dinodai dengan segelintir oknum yang mementingkan golongan dan kelompoknya sendiri? 

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-67

Semoga bermanfaat dan happy blogging……



Subscribe to this Blog via Email :