Yang Terbaru

Subscribe Here!

Dapatkan Update Informasi Terbaru dari KANG MUROI Melalui Email

Blog Stats

Menggapai Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

By On 8.8.12


Sobat Muro’i El-Barezy, tak terasa Ramdhan tahun ini akan segera berakhir. Bagi kita yang khusu menjalankan ibadah dibulan ini mungkin waktu seakan berlalu begitu cepat . Tiba tiba saat ini sudah menjelang 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Sayangnya justru di sepuluh hari terakhir ini sebagaian msyarakat kita justru terkecoh dan di sibukkan dengan datangnya hari raya Idul Fitri. Sudah menjadi fenomena yang lumrah jika pada akhirnya masjid dan  musholla menjadi sepi jamaah. Mereka lebih memilih mall dan pasar-pasar untuk berbelanja persiapan lebaran.

Padahal Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk mengencangkan ikat pinggang di 10 hari terakhir ini. Dalam artian kita lebih meningkatkan kualitas ibadah kita daripada hari-hari sebelumnya. Karena bisa jadi malam lailatul qodar akan turun di sepuluh hari terakhir ini. Malam yang leih baik dari 1000 bulan, sayangkan kalo terlewatkan. Ibarat toko, Allah juga  akan memberikan bonus bagi siapa saja  yang benar-benar menghidupkan malam malam di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini.
Berikut ini tulisan yang mengulas keutamaan malam Lailatul Qodar yang saya comot dari situs arrahmah.com, semoga memberikan manfaat dan kita bisa memaksimalkan sisa malam di akhir ramadhan ini . amiin.

Keutamaan Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah salah satu dari malam-malam bulan Ramadhan yang disebutkan dalam dua surat al-Qur'an. Dalam surat Ad Dukhan Allah menyifatkannya dengan malam yang mendatangkan keberkahan (lailah mubarakah) yang di dalamnya diselesaikan segala urusan. Allah SWT  berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al Qur'an) di malam yang penuh keberkahan. Sesungguh- nya Kami adalah orang-orang yang memberi peringatan. Di dalamnya diselesaikan segala urusan yang penuh  hikmah." (QS. Ad Dukhan 3-6).
Dalam surat Al Qadar Allah menyifatinya dengan sifat yang mulia, yaitu
malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malaikat turun di dalamnya. Dan malam itu merupakan salam (kesejahteraan) bagi manusia. Allah SWT. berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada Malam Kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah Malam Kemuliaan. Malam Kemuliaan  itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar 1-5).
Dengan demikian malam al Qadar dapat dinamakan sebagai lailatus Salam (malam keselamatan). Para malaikat turun mengucapkan salam kepada penduduk bumi. Juga dapat dinamakan lailatus Syaraf (malam kemuliaan) bagi umat Islam. Dapat juga dinamakan dengan lailatut Tajalli<-">, malam dimana Allah melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya kepada para 'abid, shaim, dan orang-orang yang beribadat malam.
Walhasil, kemuliaan malam itu tidak saja karena diturunkannya Al qur'an, atau karena orang yang taat pada malam itu menjadi orang-orang yang mulia, tapi juga karena ibadah yang dikerjakan pada malam itu mendapat penghargaan yang luar biasa.
Ada riwayat yang mengata- kan, bahwa bilangan Malaikat yang berada di bumi pada malam itu lebih banyak dari pasir dan Allah menerima taubat semua orang yang bertaubat pada malam itu. Pada malam itu dibuka segala pintu langit, sejak dari terbenam matahari sampai terbitnya. Jibril turun bersama dengan serombongan Malaikat. Lalu mereka menancapkan panji-panjinya di empat tempat:  Pertama di sisi Ka'bah; Kedua, di sisi kubur Rasulullah saw.; Ketiga, di sisi Masjid Baitul Maqdis; Keempat, di sisi Masjid Tursina. Kemudian mereka bertebaran ke seluruh pelosok bumi, memasuki rumah-rumah orang-orang mukmin sambil bertasbih, bertaqdis, dan memohon ampunan bagi umat Muhammad. (Hasbi As Shiddiqqie, Pedoman Puasa, halaman 243)

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Ibnu Hazm berkata: "Lailatul qadar sekali saja dalam setahun, tertentu di bulan Ramadlan di puluhan yang akhir dan tertentu di suatu malam yang ganjil. Jika bulan itu 29 hari, maka permulaan puluhan yang akhir, ialah malam 20. Dan malam qadar itu adalah malam 20, adakalanya di malam 22, adakalanya di malam 24, 26, atau di malam 28. Jika bulan itu penuh 30 hari, permulaan puluhan yang akhir ialah malam 21. Maka malam al qadar adakalanya di malam 21, 23, 25, 27, atau di malam 29."
Diriwayatkan oleh Bukhari dari 'Aisyah bahwa Rasululah saw. bersabda:
"Carilah dengan segala daya upaya malam al qadar di malam-malam ganjil yang akhir dari bulan Ramadlan."
Dalam suatu hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar, bahwa  Nabi  saw. bersabda :
"Carilah lailatul qadar pada puluhan yang akhir, jika seseorang lemah mencari, maka janganlah kamu kalah dalam mencari pada tujuh yang terakhir."
Juga, hadits yang diriwayatkan Muslim dari Zar bin Hubaisy, beliau berkata:  
"Saya berkata kepada Ubay bin Ka'ab: 'Saudara anda Abdullah ibn Mas'ud mengatakan bahwa barang siapa mengerjakan qiyamul lail sepanjang tahun, niscaya dia memperoleh lailatul qadar." Maka Ubay menjawab: 'Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa Abu Abdur Rahman.' Demi Allah dia mengetahui bahwa lailatul qadar di puluhan akhir dari bulan Ramadlan di malam 27. Tetapi dia mengatakan yang demikian, supaya manusia tidak memudah-mudahkan saja. Kemudian Ubay bersumpah bahwa lailatul qadar di malam 27. Berkata Ibn Hubaisy: 'Apa alasan anda mengatakan demikian.' Ubay menjawab: Tanda-tandanya yang Rasulullah kabarkan yaitu; matahari terbit di pagi hari tanpa sinar."
Dari uraian-uraian di atas menunjukkan bahwa lailatul qadar tersembunyi pada sepuluh malam terakhir (asyril awakhir). Tentu ini ada hikmahnya.    
Menurut  para ulama salaf tersembunyinya  waktu lailatul qadar adalah agar kita menghidupkan semua malam. Ini seperti hikmah Allah menyembunyikan  saat ijabah di hari Jum'at supaya kita berdoa sepanjang hari. Atau  seperti Allah menyembunyikan shalat wustha' dalam shalat lima waktu, supaya kita memelihara kesemuanya.   Atau Allah menyembunyikan isim A'dham di antara nama-namaNya supaya kita menyerunya dengan nama-nama itu. Allah menyembunyikan mana taat yang mendapat penuh keridlaan-Nya supaya kita mengerjakan semua taat dengan sepenuh hati. Atau Allah menyembunyikan mana maksiyat yang sangat dimarahi supaya kita menghentikan semua maksiyat itu.   Atau Allah menyembunyikan semua yang men- jadi wali diantara para mukmin, supaya kita berbaik sangka terhadap sesama mukmin. Atau Allah menyembunyikan kedatangan kiamat supaya kita selalu siap siaga. Allah menyem- bunyikan ajal manusia supaya kita selalu dalam persiapan. (Hasbi As Shiddiqqie, idem, halaman 255-256)

Tanda-tanda Lailatul Qadar
Para ulama berselisih pendapat tentang tanda-tanda datangnya lailatul qadar. Beberapa tanda yang dapat dilihat oleh mereka yang mendapatkannya, antara lain:
Orang yang mendapati malam al qadar itu melihat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit bersujud kehadirat Allah.
Orang yang mendapati malam itu melihat bahwa alam terang benderang, walaupun di tempat-tempat yang gelap sekalipun.
Orang yang mendapat malam itu mendengar salam para malaikat dan tutur katanya.
Orang yang mendapati malam itu diperkenankan segala do'anya. (Hasbi As Shiddiqqie, idem, halaman 263).
Adapun pahala ibadat tetap diperoleh meskipun tanda-tanda tersebut tidak dapat dilihatnya. Sedangkan bagi mereka yang melihat tanda-tanda malam al qadar, hendaklah menyembunyikan dan terus berdo'a dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan khusyu', dengan doa apa saja yang digemarinya, keduniaannya atau keakhiratannya, dan hendaknya ia berdo'a untuk akhiratnya lebih banyak dan lebih kuat dari pada untuk dunianya.
Bertanya Juwaibir kepada Adh Dhahhak :
"Bagaimana pendapat anda tentang perempuan yang sedang nifas, haid, orang yang sedang dalam perjalanan, dan orang yang sedang tidur nyenyak, apakah mereka mendapat bagiannya di malam al qadar itu?
Adh Dhahhak menjawab:
"Mereka semua mendapatkannya, diberikan bagiannya dari malam al-qadar itu oleh Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim."

Keutamaan Ibadah di Malam Al Qadar
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda:
"Siapa saja yang mengerjakan ibadat di malam al qadar karena imannya kepada Allah dan karena mengharapkan keridlaanNya, niscaya diampunilah dosanya yang telah lalu."
Anas bin Malik berkata: Pada saat bulan Ramadlan masuk, maka Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya bulan ini hadir di hadapanmu. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barang siapa tiada diberikan kebaikan malam itu kepadanya, maka ia sungguh diharamkan atas seluruh kebaikan. Dan tidak diharamkan kebaikan, melainkan kepada orang yang tidak diberikan apa-apa." (H.R. Ibnu Majah).
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Ubadah ibn Shamid.
"Rasulullah mengabarkan kepada kami tentang lailatul qadar. Beliau berkata: "Dia di dalam bulan Rama- dlan, di puluhan yang akhir malam 21, atau malam 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam bulan Ramadlan. Barang siapa mengerjakan qiyam pada malam itu karena imannya kepada Allah dan karena mengharap keridlaan-Nya, niscaya di- ampunilah dosanya yang telah lalu dan dosa yang akan datang."

Menghidupkan Malam Al Qadar
Menghidupkan malam al qadar ialah dengan mengerjakan taat, bertahajjud, beristighfar, berdzikir, membaca Al qur'an serta beri'tikaf, menambahkan amalan ihsan dan memperbanyak shadaqah.
Amalan-amalan Rasul dan pesan- pesannya merupakan dorongan bagi para muslimin untuk beribadat dan berlomba-lomba menyedekahkan harta di bulan Ramadlan, terlebih di malam al qadar.
Para hartawan dahulu mempergu- nakan bulan Ramadlan untuk berlomba-lomba memenuhi keperluan orang-orang yang memerlukan bantuan, sebagai suatu usaha memenuhi seruan agama dan meneladani Rasul. Mereka menyembunyikan shadaqah- shadaqah mereka hingga tidak diketahui tangan kiri, apa yang diberikan tangan kanan.
Sebagian hartawan dahulu menanti-nanti lailatul qadar, malam Allah melipat-gandakan pahala-Nya. Mereka menyembunyikan dirinya, mencari keluarga-keluarga yang miskin di malam buta. Mereka memberikan segala yang dibawanya kepada keluarga miskin, tanpa dikenal oleh yang menerima pemberian itu. Dia kembali tanpa diketahui siapa dirinya.
Inilah suatu adab yang tinggi yang amat baik bagi kita dalam meneladani sikap para ulama kaum muslimin terdahulu.

Berdo'a di Malam Al Qadar
Aisyah diperintahkan berdo'a di malam al qadar. Sufyan Ats Tsauri berkata:
"Berdo'a pada malam al qadar, lebih saya sukai daripada shalat.
Apabila seorang membaca Al qur'an, berdo'a serta meningkatkan do'anya kepada Allah, mudah-mudahan dia memper- oleh waktu mustajab."
Rasululah saw. bertahajjud di malam-malam bulan Ramadlan, mem- baca Al qur'an dengan tertib. Beliau tidak melalui ayat Rahmat, kecuali beliau memohonnya kepada Allah. Beliau tidak melalui ayat azab, kecuali beliau melindungkan diri kepada-Nya. Beliau mengumpulkan antara shalat, qira'at, do'a dan tafakkur.
Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari 'Aisyah, bahwa Rasul mengajarkan kepada 'Aisyah do'a yang diucapkan pada malam al qadar, yaitu:
"Wahai Tuhanku, Sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf, Engkau menyukai kemaafan. Maka maafkanlah aku."
Dalam Hasyiyah Al Jalalain, As Shawi berkata, “Do'a yang paling baik dido'akan pada malam itu (al qadar) ialah memohonkan kemaafan dan ke'afiatan, sebagaimana yang telah diterima dari Nabi saw."
Dalam suatu Hadits dari  Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam al qadar kepada orang-orang mukmin dari umat Muhammad, lalu dimaafi mereka dan dirahmati-Nya, kecuali empat orang, yaitu : Peminum arak, pendurhaka kepada ibu-bapak, orang yang selalu bertengkar dan orang yang memutus tali silaturahmi."
Inilah amalan-amalan istimewa dalam puluhan yang akhir dari bulan Ramadlan, disamping amalan-amalan yang lain. Oleh karena itu, mari kita isi detik-detik terakhir bulan Ramadlan ini dengan melaksanakan ketaatan dan amal shaleh, seperti do'a, dzikir, istighfar, shalat malam, membaca Al Qur'an, memberi- kan shadaqah kepada para faqir miskin dan aktivitas ibadah lainnya guna meraih 'mega bonus pahala' lailatul qadar. Insya Allah

22 komentar

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan berkah lailatul qadar sobat...

Artikelnya kya ceramah kemarin ane dgr

lailatul qadar, malam seribu bulan.. semoga berkah puasa ini dapat mempertemuan kita dengan malam seribu bulan....

amin

mnurut saya pribadi.. sbnarnya Lailatul Qadar adalah rahasia penurunannya.. tidak menentu, ada di awal , pertengahan, atau terakhir ramadhan.. tetapi oleh kbanyakan orang katakan pada 10 hari akhir /malam ramadhan.. ini karena mengacu pada kisah menceritakan, turun pada malam ke 25 dan 27 ramadhan, dan Sbda beliau : "Carilah malam kemuliaan pada hari ganjil di 10 malam akhir ramadhan" wallahu'alam, dan tentang sabda itu saya kurang ingat tetapi kira2 seperti itu.. apabila salah saya minta maaf sbesar2nya kepada Nabi Muhammad.. karna tidak ada masksud membuat2.. tapi setidaknya saya ingat bgitu.. :D

bener sekali sobat, lailatul qadar adalah rahasia Allah, tidak ada manusia satupun yang tahu kapan turunnya, bisa diawal ditengah atau di akhir ramadhan, hikmahnya adalah agar kita selalu menhidupkan malam2 ramadhan dari awal sampai akhir ramadhan, tapi ada juga nash-nash yang mengatakan bahwa lailatul qadar itu turun di malam ganjil 10 hari terakhir di bulan ramadhan, ibarat mencari ikan,jika menjaring mungkin satu dua ikan yang akan kita dapat, begitupun lailatul qadar jika kita mencarinya hanya malam2 ganjil saja belum tentu kita mendapatkannya karena turunnya tidak ada yang tahu, jadi kalo kita selalu menhidupkan malam2nya siapa tahu pas kita sedang beribadah malam itulah lailatul qadar ...subahallah, wallahu 'alam.

amin, asal kita optimal ya sob

semoga makin mantebs pemahamannya sobat

pertanyaan mendasar. lailatur qodar tu dapet atau di lalui. maksudnya, ketika ia dapet malam laillatul qodar, maka ia dapat keutamaanya. sedangkan ia yang tidak mendapatkan tanda tanda lailatul qodar, ia tidak dapat keutamaan.
atau alloh telah menetapkan 1 hari, siapapun yang dapaet (bisa merasakannya) ataupun tidak, pas ia ibadah hari itu ia tetap dapat keutamaanya.

gimana gan? paham maksudnya ga?

Kayaknya sulit banget bisa mendapat Lailatul qodar. Hanya orang-orang terpilih yang bisa menjumpainya dan semoga kita bisa dijadikan orang-orang yang terpilih itu. Amin

wah pertanyaan yang susah gan. yang jelas lailatul qadar adalah rahasia allah gan, dan tidak semudah kita mendapatkannya, ia hanya akan didapatkan hanya oleh orang yang bersungguh sungguh mencarinya jadi bukan dilalui, kalo dilalui kita tidak mengharapkannyapun pasti mendapatkannya, secara fisik seseorang tidak akan nampak apakah mendapat keutaman lailautl qadar atau tidak (misalnya keningnya jadi terang benderang)tapi hanya allah yang tahu dan akan melipatgandakan pahalanya jika ia beribdah pada malam itu, tapi pada sebagian riwayat bahwa orang yang mandapat keutamaan lailatul qadar setidaknya akan merasakan hal-hal berikut :

Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud kepada Allah.

Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan melihat semuanya terang benderang walaupun suasananya di tengah malam.

Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.

Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar itu dikabulkan segala doanya.


wawallahu 'alam, semoga allah mengampuni jika ada jawaban yang salah

bisa sulit bisa tidak sobat, yang penting kita beribadah seperti biasa dengan meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, semoga Allah memilih kita menjadi orang yang mendapat keutamaan malam lailatul qadar

tak terasa sudah sekarang kita tiba jelang 10 terakhir ramadhan, semoga kita bisa menemukan malam lailatul qadar..malam yang lebih dari seribu bulan...salam Ramadhan :)

amin, ya semoga saja sahabat}

insya allah mas...

semoga puasa bulan ini berberkah..

semoga setelah baca baca artikel sobat bisa mendapat malam lailatul qadar aamiin,
gak terasa udh mau sebulan puasa ckckckck,,

Wah, artikelnya mantabs sob. Sekarang kita sudah memasuki 10 hari terakhir. :D

amin, semoga sobat, asal kita maksimal mengisinya

trimakasih sobat, semoga bermanfaat:}

semoga kita di bulan ramadhan tahun ini bisa mendapatkan malan lailatul qadar...
aamiin ...

kalau tandanya ane pernah tau gan. tapi ya itu tadi, misalnya ane ma ente beribadah bareng ya. di tempat yang sama dan waktu yang sama. nah ente melihat tanda itu, tapi ane ga. padalah kita sama sama ibadah. dan ane termasuk yang dapet keutamaan ga? padahal ane kan ga melihat tanda tanda itu.. tapi kuantitas ibadah kita sama. la wong sama sama di masjid waktu itu misalnya. gimana?

berarti kita perlu mempersiapkan sikap mental positip dan mendekatkan diri pada Allah dengan segala sesuatunya ya sob, ya agar bisa mendapatkan malam lailatul qodar tsb.....
terima kasih infonya sobat.