2 Jun 2012

Pesona Gunung Dempo Sumatera Selatan

·   40

Postingan ini sekedar bernostalgia beberapa tahun silam ketika ane tinggal di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tepatnya di Pagar Alam. Sebuah pengalaman yang sampai saat inipun tidak pernah terlupakan. Sebuah pengalaman pendakian gunung yang menurut ane spektakuler. Karena gunung ini adalah yang tertinggi di Sumatera Selatan. Gunung ini dinamakan Gunung Dempo. Nah bagi sobat yang mungkin ingin tahu seperti apa Gunung Dempo itu, berikut penjelasan singkat mengenai gunung tersebut.
Gunung Dempo adalah gunung api tertinggi di Sumatera Selatan, menjulang antara Bukit Barisan dan Pegunungan Gumai. Ketinggian puncaknya yang disebut Gunung Merapi adalah 3173 m dari atas permukaan laut atau lebih kurang 3900 m diatas dataran tinggi Pasemah. Lereng-lerengnya sebelah Barat laut, Utara, Timur laut, Timur Tenggara dan Selatan bentuknya teratur dan menurun sampai kakinya, sedangkan lereng sebelah barat bentuknya tidak teratur, kemudian menyambung dengan Gunung Bungkuk - Gunung Mandiangin. Gunung Dempo terletak di perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu sobat harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumatera Selatan ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam. Atau apabila sobat dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat.
Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Pagar alam hampir mirip dengan puncak di Bogor. Udaranya sejuk, sangat kontras dengan kota Lahat yang panas.
Jika ingin naik ke puncak Dempo ada baiknya terlebih dulu mencarter mobil yang biasa disebut taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 km dari terminal. Di pabrik ini ada baiknya sobat berkenalan dengan orang yang dituakan disana. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa sobat ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau. Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking.
Meski gunung ini cukup tinggi, tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini, namun para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah sungai kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.
Jika perjalanan normal, empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Jika sobat lelah atau ingin bermalam diperjalanan, bisa singgah di talang atau dusun yang banyak terdapat selama perjalanan. Talang atau dusun biasanya tempat penduduk untuk tempat bermalam pemanen kopi. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama Puncak Api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir di sini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.
Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Yang unik adalah kawah ini bisa berubah warnanya sesuai dengan kondisi alam. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan provinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman sobat bisa menginap di Dusun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana.

Happy blogging....

 

Subscribe to this Blog via Email :