14 Feb 2012

Monyet, Toples dan Dendam

Dari judulnya mungkin sobat pada bingung kan? Apa hubungnnya antara monyet sama toples hehehe…
Dari pada bingung mendingan coba baca paragrap berikutnya sampai selesai ya (maksa wkwk..)
Dari sebuah artikel yang pernah saya baca ternyata di Afrika ada cara yang unik untuk menangkap monyet. Monyet tersebut disyaratkan harus hidup dan tanpa cacat sedikitpun karena kebanyakan akan dijual untuk penelitian atau sebagai pemain sirkus di Amerika, maka para penangkap menggunakan toples berleher panjang yang diisi dengan kacang yang telah diberi aroma aroma sehingga mengundang monyet untuk memakannya. Para penangkap biasanya memasang perangkap sore hari dan mengambil monyet-monyet yang terperangkap pagi harinya. Loh kok bisa yah..? Bisa saja, sobat kan tahu bagaimana sifat monyet, begitu mencium bau kacang yang mengundang selera dengan serta merta para monyet itu langsung mengambil kacang dan menggenggam dengan kencangnya tidak mau melepaskan lagi, karena toples lumayan berat maka tidak bisa kemana mana.

Mungkin diantara sobat ada yang tersenyum atau tertawa mendengar cerita tadi. Tapi secara tidak sadar kita ternyata sedang mentertawakan diri sendiri. Loh kok begitu..?
Ya, kadang kita tidak sadar kita sering menggenggam permasalahan dengan erat seperti monyet menggenggam kacang. Kita sering mendendam. Tak mudah memberi maaf dan tak mudah melepaskan maaf. Kadang justru kita bertindak bodoh dengan membawa “toples-topeles” itu kemanapun kita pergi.
Sebenarnya monyet-monyet itu akan selamat jika sekiranya mau membuka genggamannya. Dan kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua “rasa tidak enak” dengan siapapun yang berinteraksi dengan kita.
Mudah mudahan sedikit bermanfaat….