17 Jan 2012

Tak Selamanya Kekuatan Sebagai Pemenang

·   11

Dipagi yang cerah itu matahari bersinar dengan cahanya yang menghangatkan tubuh siapa saja yang disinarinya. Namun keadaan itu terusik dengan datangnya angin yang menantang matahari untuk saling adu kekuatan, siapa yang paling hebat diantara keduanya.
“Hai..matahari maukah kamu bertanding denganku, agar tahu siapa yang paling hebat, aku atau kamu”. Teriaknya dengan sedikit congkak. “Baik angin, aku terima tantanganmu, lalu apa yang harus kita lakukan? Balas matahari dengan lembut.
“Baik, lihatlah orang yang  berjubah yang sedang berjalan dibawah itu, barang siapa yang bisa melepaskan jubahnya maka dialah sebagai pemenangnya”.
Setelah berunding, akhirnya anginlah yang mendapat giliran pertama, dan matahari bersembunyi dibalik awan untuk sementara. Sedikit demi sedikit ia meniup dan menghembuskan angin ke arah orang berjubah tadi. Namun semakin angin bertiup kencang, maka orang tersebut semakin mengeratkan jubahnnya dan bersembunyi dibalik batu. Hampir putus asa angin melakukan usahanya. Dan dengan malu ia mengaku bahwa ia tidak sanggup untuk membuka jubah sang musafir tadi.
Baik, sekarang giliranku”. Kata matahari sambil tersenyum. Ia pun keluar dari persembunyiannya dengan senyum dan menyinari orang yang berjubah tadi dengan sinarnya, sehingga orang itupun melepaskan jubahnya karena lama kelamaan merasa hangat dan gerah karena semakin menyengat rasanya.
Akhirnya pertarunganpun dimenangkan oleh matahari.

Nah sobat blogger….

Ternyata memang kekuatan tidak selamanya yang menjadi pemenang. Namun kadangkala dengan sedikit kelembutan dan senyum manis diwajah kita dapat pula menundukkan dan meluluhkan hati musuh yang mempunyai kekuatan fisik.
So…senyumlah kepada lingkungan kita. 
Tapi jangan senyum senyum sendiri  ya hixhixhix…..

Subscribe to this Blog via Email :