23 Dec 2011

Tahun Baru;Sarana Kontempelasi Diri

·   2


Bebarapa hari lagi kita akan menyongsong tahun 2012. Tahun yang penuh harapan dan perubahan kea rah yang lebih baik. Banyak media, baik cetak maupun elektronik yang menyuguhkan berita dengan mengulas kembali berita -berita yang telah mereka rangkum selama satu tahun ke belakang, dengan istilah kilas balik. Berbagai macam berita mereka ulas kembali sebagai bahan berita walaupun berita yang sudah sekian lama terjadi. Apa yang terjadi setahun belakangan, dapat kita lihat dan mengingat kembali.

Tapi apakah kita juga pernah mengilas balik kehidupan kita selama satu tahun belakangan. Mungkin banyak sekali kejadian selama satu tahun yang kita jalani, entah kejadian yang menyenangkan ataupun menyedihkan. Semuanya bisa kita jadikan bahan evaluasi untuk menapak kehidupan kita disatu atau tahun-tahun berikutnya dalam kehidupan kita.

Jika kita merasa bahwa selama satu tahun belakangan yang kita jalani lebih baik dari tahun yang lalu, maka kita adalah termasuk orang yang beruntung, namun jika ternyata sama dengan tahun yang lalu bahkan lebih buruk maka kita termasuk orang yang merugi. Sehingga mari kita evaluasi diri, apa yang kurang kita perbaiki, apa yang baik kita pertahankan atau mungkin kita tingkatkan. Hal yang buruk yang menimpa kita jadikanlah sebagai bahan pelajaran agar tidak terulang kembali ditahun yang akan datang.

Saya teringat sebuah cerita yang mengisahkan dua orang musafir yang berjalan ditengah padang pasir yang sangat panas. Berhari-hari ia berjalan dengan perbekelan yang semakin menipis. Ditengah perbekalan yang menipis, Allah ternyata masih memberikan ujian, dengan tiba-tiba datang badai yang menerbangkan pasir yang luar biasa besarnya, sehingga habislah seluruh perbekalan yang mereka  bawa, tempat air hanya berisi tanah dan pasir saja. Sebelum melanjutkan perjalanan salah satu diantara mereka menuliskan dan mencurahkan kejadian yang menimpanya diatas padang pasir. Merekapun melanjutkan perjalana yang panjang dengan tanpa bekal sedikitpun. Setelah sekian lama mereka berjalan, Allah memberikan pertolongan kepada mereka. Mereka menemukan sebuah mata air yang jernih. Dengan mengucap syukur dan kegembiraan yang luar bisa, mereka mengisi pundi-pundi air mereka untuk bekal perjalanan. Sebelum melanjutkan perjalanan, seorang diantara mereka  menuliskan  kegembiraan yang mereka alami, tapi kali ini ia menuliskannya diatas batu dengan tulisan yang indah, sehingga dengan keheranan temannya bertanya : “Wahai saudaraku, ketika kita ditimpa musibah engkau menuliskannya diatas pasir, tapi ketika kita menemukan kegembiraan, kau mengukirnya diatas batu dengan indah, apa maksudnya?”.
Temanku, ketika aku menuliskan musibah diatas pasir, ia akan cepat hilang disapu oleh angin, tapi ketika kita  diberi kenikmatan aku menuliskan diatas batu agar bisa bertahan sangat lama dan akan terus kita ingat.

Sobat, tentunya selama satu tahun ke belakang, kita mengalami musibah yang membuat kita sedih, tapi marilah kita jangan menyimpannya dalam hati terlalu dalam, biarlah ia tersapu oleh angin. Tapi jika kita diberikan kenikmatan, cobalah kita simpan dalam lubuk hati kita yang paling dalam, agar kita senentisa mengingatnya dan selalu bersyukur terhadap nikmat-Nya.

Semoga tahun 2012 yang akan kita lalui menjadi tahun kesuksesan kita. Semoga……

Subscribe to this Blog via Email :